Aktivitas Pasar di Bawean Berangsur Normal Usai Gempa
Rabu, 27 Mar 2024, 00:19 WIBGresik - Aktivitas di Pasar Kota Kusuma Sangkapura berangsur normal kembali sejak bencana gempa yang terjadi pada Jumat (22/3) melanda Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pantauan ANTARA, pada Selasa pukul 08.00 WIB, sejumlah masyarakat berkerumun untuk membeli sejumlah bahan masakan. Di dalam pasar tersebut, menjual berbagai bahan makanan seperti beras, ayam, daging sapi, telur, dan lainnya.
Seorang pedagang daging sapi, Uding mengaku saat gempa pertama terjadi masih berjualan namun segera lari dan menutup dagangannya.
"Saat gempa kemarin kami masih berjualan, terus libur dua sampai tiga hari, yang lain juga kebanyakan libur," ucap Uding.
Namun, lanjutnya, stok daging untuk masyarakat masih aman, karena ia menyembelih sapinya sendiri.
"Setelah gempa kemarin saat kami libur tidak menyembelih karena takutnya basi, jadi selama libur tidak ada pemotongan hewan," katanya.
Lain dengan Uding, pedagang ayam asal Sungairujing yang bernama Sanwar tetap berjualan hingga hari ini meski saat gempa terjadi.
"Ya tetap jualan, tapi yang lain kebanyakan libur, kalau biasanya ada seratusan orang, saat gempa cuma sekitar 20 orang," kata dia.
Sanwar mengaku harus tetap berdagang agar segera terjual, karena harga ayam saat ini sedang naik.
"Sebelum puasa sudah naik harganya, sekarang satu kilogramnya Rp60 ribu," katanya.
Menurut dia, harga ayam sebelum puasa masih Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogramnya, dan naik saat puasa kemudian turun lagi setelah Lebaran.
"Kalau stok ayam di sini Alhamdulillah masih aman tapi tidak melimpah, setelah gempa besar kemarin juga masih banyak yang beli," ujarnya.
Jika daging ayam naik, lain lagi dengan komoditas beras yang saat ini di Pulau Bawean sedang turun harga.
"Saat ini harga satu karungnya Rp390 ribu, sebelumnya Rp400 ribu," kata pedagang beras Maryam asal Desa Sungairujing.
Sementara itu, seorang pembeli bernama Nur asal Desa Kotakusuma mengatakan ia sudah dua hari ini belanja di Pasar Kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ya harus beli di pasar, kan lebih lengkap, jadi enak mau cari apa-apa sudah tersedia," katanya.
Dia berharap agar kejadian serupa tidak datang lagi, karena memang membuat trauma warga Bawean.
"Semoga tidak ada lagi gempanya, takut saya," ucapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran Pengadaan Alutsista Tak Ganggu Struktur APBN
-
Intip Uniknya Inovasi Imigrasi Banda Aceh: Buka Lapak Dokumen Luar Negeri Lewat Gaya Santai
-
Favorit Juara, Timnas Prancis Masih Mencari Bentuk Ideal
-
Masuk ke Taman Margasatwa Ragunan Gratis, Pengunjung Cukup Tunjukan KTP DKI Jakarta Saja
-
Jadwal Event Jakarta April 2026: Lokasi Deep and Extreme Indonesia (DXI) dan Pameran IWA
-
Percepat Transisi Energi, EESA Summit 2026 Jadi Jembatan Kolaborasi RI-Tiongkok
-
Kasus Korupsi MBG Meluas, Kejagung Telusuri Semua Proyek Pengadaan BGN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.