Harga Minyak Mentah Berada di Jalur Kenaikan Hari Kedua

Selasa, 26 Mar 2024, 09:31 WIB

BEIJING - Harga minyak berada di jalur kenaikan untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (26/3) setelah menetap lebih dari satu dollar di tengah ekspektasi pasokan yang lebih ketat yang didorong oleh pengurangan produksi Russia dan serangan terhadap kilang Russia.

Minyak mentah Brent naik 23 sen menjadi $86,98 per barel. Minyak mentah berjangka AS naik 28 sen menjadi $82,23.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: antara

Minyak mentah naik karena masalah sisi pasokan dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, menurut catatan dari analis ANZ.

Kedua kontrak diselesaikan $1,32 lebih tinggi di sesi perdagangan sebelumnya.

Russia meminta perusahaan minyaknya untuk mengurangi produksi guna memenuhi target Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebesar 9 juta barel per hari (bph). Pada akhir Februari, Russia telah memproduksi sekitar 9,5 juta barel per hari.

Pada saat yang sama, serangan Ukraina terhadap kilang minyak Russia terus berlanjut. Kilang Kuibyshev Russia harus menutup setengah kapasitasnya setelah kebakaran terjadi di sana pada Sabtu pagi.

Sebagai tanda pengetatan pasokan lebih lanjut, Macquarie memperkirakan bahwa produksi minyak mentah di kilang AS akan meningkat sebesar 300.000 barel per hari pada minggu depan dibandingkan dengan penurunan pasokan domestik sebesar 500.000 barel per hari, menurut catatan dari ahli strategi energi Walt Chancellor.

Pada hari Senin, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata antara Israel dan militan Palestina Hamas, setelah AS abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Namun para analis tidak yakin bahwa gencatan senjata akan menghentikan serangan Houthi yang telah mengguncang rute pelayaran di Laut Merah.

Setelah pemungutan suara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan kunjungan ke AS untuk membahas rencana invasi Israel ke kota Rafah di Gaza, yang ditentang oleh sekutu Israel. Meskipun AS mengatakan posisinya tidak berubah, perselisihan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah AS akan membatasi bantuan militer ke Israel jika Israel terus melanjutkan invasi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.