Kasus Antraks di DIY Harus Diatasi

Kamis, 21 Mar 2024, 07:58 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian serius terhadap merebaknya kasus penyakit antraks yang menyerang ternak sapi dan kambing di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta (DIY). Jika tak ditangani serius, dikhawatirkan bisa mengancam pasokan pangan hewani jelang Idul Fitri

Kasus ini telah ditangani dengan mengintensifkan desinfeksi, vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak. Terbukti, sejak 8 Maret 2024 sudah tidak ditemukan lagi kasus kematian ternak yang diduga antraks.

Ket. Foto: VAKSINASI HEWAN TERNAK - Petugas kesehatan hewan menyuntikkan vaksin antraks ke hewan ternak di Gayamharjo, Prambanan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (19/3). Kementrian Pertanian memberikan vaksin antraks sebanyak 2.600 dosis serta vitamin 1.500 botol kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY untuk mencegah penyebaran virus antraks. — Sumber: ANTARA/ANDREAS FITRI ATMOKO

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, mengungkapkan kasus ini menjadi perhatian Bapak Menteri Pertanian untuk segera diambil langkah-langkah preventif agar tidak meluas.

"Inilah kepedulian pemerintah terhadap rakyat. Harapannya yaitu wilayah kasus bisa kita isolir. Pemerintah jangan sampai lengah terhadap vaksinasi antraks. Stok vaksin kita lebih dari cukup dan tidak impor. Kita produksi sendiri," katanya saat memberikan sambutan pada kegiatan Vaksinasi untuk Pencegahan Antraks di Balai Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (19/3).

Nasrullah menyoroti pentingnya pemahaman lebih baik dari peternak tentang upaya menjaga kesehatan ternak dan mencegah agar kasus antraks tidak terulang.

"Sangat penting bagi peternak untuk memahami bahaya antraks dan langkah-langkah pencegahannya. Edukasi harus rutin diberikan kepada peternak dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat," ungkapnya.

Nasrullah menambahkan, perlu memperkuat check point lalu lintas ternak yang ada dan melakukan koordinasi lintas wilayah yang berbatasan. "Aparat Kepolisian juga diharapkan menindak oknum yang menjual ternak sakit atau ternak mati yang diduga antraks," tegas Nasrullah.

Pada kesempatan sama, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan pihaknya berupaya mendata kelompok ternak di Kabupaten Sleman dan turut memantau perdagangan ternak secara ketat, terutama wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, menjadi fokus utama dalam pemantauan.

Dia juga membeberkan telah dilakukan pengobatan dan pemberian vitamin terhadap 143 ekor sapi dan 224 ekor kambing/domba. Vaksinasi juga terus dilakukan pada zona kuning, yaitu di Dusun Nawung, Kalinongko, dan Kalinongko Lor. Hal iti dilakukan beserta jajaran Pemda Sleman agar penyebaran antraks berhenti.

Tidak hanya itu, dia menyampaikan perlu dukungan Pemprov DIY dan lurah setempat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi agar ternak diduga antraks tidak dikonsumsi dan diperjualbelikan.

Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menjelaskan penyakit antraks di DIY merupakan kasus yang berulang dan hal ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah ketidaktahuan masyarakat terkait dengan bahaya antraks.

"Penyakit antraks sebenarnya adalah penyakit yang mudah ditangani kalau dilakukan vaksinasi secara rutin yaitu setiap tahun. Selain dengan cara vaksinasi, pemerintah melalui Balai Besar Veteriner bisa melakukan flooring atau semenisasi untuk daerah yg terkena antraks," tutur Nuryani.

Koordinasi Antarinstansi

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Hery Sulistio Hermawan, juga menekankan pentingnya koordinasi antar-instansi dalam menangani kasus ini. Menurutnya, seluruh wilayah di DIY harus mengambil langkah tegas dan waspada menyusul munculnya kasus antraks di Sleman dan Gunungkidul. II

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.