India Rebut Kembali Kapalnya dari Tangan Bajak Laut Somalia

Senin, 18 Mar 2024, 02:59 WIB

NEW DELHI - Angkatan Laut India pada Sabtu (16/3) lalu berhasil merebut kembali sebuah kapal dari tangan perompak Somalia di lepas pantai India, kata militer. Selain merebut kembali MV Ruen, AL India juga berhasil menyelamatkan awak kapal dan mengakhiri pengambilalihan kapal curah berbendera Malta itu selama tiga bulan.

Pembajakan kapal pada Desember lalu adalah yang pertama kalinya sejak ada insiden sebuah kapal kargo dibajak oleh perompak Somalia pada 2017.

Ket. Foto: Bebaskan Kapal l Gambar yang disediakan oleh AL India di platform media sosial “X” pada Sabtu (16/3) memperlihatkan kapal kargo MV Ruen yang berhasil dibebaskan dari tangan bajak laut Somalia. Keberhasilan pembebasan ini mengakhiri 3 bulan drama pembajakan kapal ini oleh perompak Somalia. — Sumber: AFP/X/Indian Navy

"AL Indian menggagalkan rencana perompak Somalia untuk membajak kapal-kapal lain yang melintasi wilayah tersebut dengan menggunakan MV Ruen," tulis Angkatan Laut India di media sosialX.

"Kapal perang India, Kolkata, dalam 40 jam terakhir, melalui tindakan terpadu berhasil memojokkan dan memaksa 35 perompak untuk menyerah dan memastikan evakuasi yang aman bagi 17 anggota awaknya," tulis Angkatan Laut India pada Sabtu malam, seraya menjelaskan bahwa pasukan India pertama kali berupaya mencegat MV Ruen pada Jumat (15/3).

"Kapal tersebut menembaki kapal perang tersebut, yang mengambil tindakan (sesuai dengan) hukum internasional, untuk membela diri dan melawan pembajakan, dengan kekuatan minimal yang diperlukan untuk menetralisir ancaman perompak terhadap pelayaran dan pelaut," papar AL India.

Tak satupun dari awak kapal yang diselamatkan terluka dalam operasi pembebasan tersebut, yang dilakukan bersama dengan beberapa kapal angkatan laut serta dengan helikopter dan pesawat lainnya, kata angkatan laut.

Pemilik kapal asal Bulgaria, Navibulgar, memuji pembebasan kapal Ruen sebagai keberhasilan besar tidak hanya bagi mereka, namun juga bagi seluruh komunitas maritim global. "Penyelesaian kasus ini membuktikan bahwa keamanan pelayaran komersial tidak akan dikompromikan," kata Navibulgar dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Bulgaria mengatakan pihaknya mengupayakan evakuasi segera tujuh awak kapal Bulgaria yang diselamatkan. Awak lainnya adalah sembilan warga Myanmar dan satu warga negara Angola.

Kapal bajak laut itu ditangkap kembali hampir 1.400 mil laut atau 2.600 kilometer dari pantai India, menurut militer.

AL India telah mengawasi MV Ruen sejak kapal itu dibajak oleh perompak Somalia 380 mil laut sebelah timur Pulau Socotra di Yaman pada Desember lalu.

Para perompak, yang pada saat itu melepaskan seorang pelaut Bulgaria yang terluka ke dalam perawatan AL India, telah membawa MV Ruen dan 17 awaknya yang tersisa ke negara bagian semi-otonom Puntland di Somalia, di mana AL India mengatakan kapal itu ditambatkan di lepas pantai Kota Bosaso.

Kembali Meningkat

Militer India saat ini telah meningkatkan upaya antipembajakan dalam beberapa bulan terakhir menyusul meningkatnya serangan maritim, termasuk di Laut Arab dan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran di Laut Merah.

Serangan bajak laut di lepas pantai Somalia mencapai puncaknya pada 2011 ketika kelompok bersenjata melancarkan serangan sejauh 3.655 kilometer dari pantai Somalia di Samudra Hindia, sebelum terjadi menurun tajam pembajakan kapal dalam beberapa tahun terakhir. Namun serangan pembajak pada Desember kembali terjadi menyusul lonjakan serangan bersenjata lintas laut di sekitar Tanduk Afrika yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun.

Meningkatnya aktivitas bajak laut baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut mengenai keamanan laut dan pelayaran pada saat koridor perdagangan penting di lepas pantai Yaman sedang dikepung.AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.