Awalnya Tidak Bernilai Ekonomi, FABA Disulap Jadi Aset Bermanfaat Tinggi

Minggu, 17 Mar 2024, 09:01 WIB

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya menyulap 3,3 ton limbah padat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi bahan baku konstruksi 1 unit gardu distribusi listrik yang fungsinya sangat krusial dalam penyaluran listrik dan membawa manfaat tinggi bagi pelanggan.

Limbah yang digunakan untuk konstruksi gardu distribusi listrik berupa FABA (Fly Ash dan Bottom Ash), yaitu limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batu bara pada PLTU. FABA berbentuk seperti abu vulkanik yang lebih halus diubah menjadi batako sebagai bahan bangunan. Limbah FABA yang digunakan oleh PLN UID Jakarta Raya ini berasal dari PLTU Lontar yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Ket. Foto: Batako yang disulap dari limbah FABA (_Fly Ash dan Bottom Ash_), yaitu limbah padat yang dihasilkan dari pembakaran batu bara di PLTU Lontar — Sumber: Dok. PLN

Limbah yang sebelumnya dinilai sebagai barang sisa kegiatan produksi yang tidak bernilai ekonomi, kini justru bisa menunjang pembangunan nasional dan menumbuhkan perekonomian masyarakat. FABA dapat dimanfaatkan untuk banyak hal seperti meningkatkan kelembapan (pH) tanah, mencegah abrasi di daerah pesisir pantai, menjadi pupuk tanaman, bahan campuran beton, bahan pengeras jalan, hingga pembuatan batako yang akhirnya digunakan untuk pembangunan gardu distribusi.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran mengungkapkan bahwa PLN saat ini terus bertumbuh untuk menjalankan usaha ketengalistrikan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat yang lebih banyak bagi masyarakat dan lingkungan.

"Salah satunya kami gunakan limbah FABA ini untuk keperluan pembangunan gardu distribusi, sebuah aset PLN yang memiliki manfaat untuk pertumbuhan listrik Jakarta. Pemanfaatan FABA ini juga sejalan dengan misi pemerintah untuk mengurangi jejak karbon," jelas Lasiran.

Gardu distribusi listrik berfungsi untuk mengontrol proses penyaluran beban listrik ke pelanggan. Dalam gardu distribusi terdapat beberapa alat yaitu pemutus, penghubung, pengaman, serta transformator.

"Saat ini kami membangun 1 gardu percontohan dengan FABA dan gardu tersebut sudah beroperasi, selanjutnya akan ada lagi gardu-gardu lain yang dibangun menggunakan FABA," ungkap Lasiran.

(IKN/TSR)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.