Keren, Pemkab Bekasi Edukasi Peduli Lingkungan Melalui Sekolah Adiwiyata

Sabtu, 16 Mar 2024, 00:06 WIB

Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terus berupaya memberikan edukasi kepada para pelajar agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup, baik di sekolah maupun rumah, melalui program Sekolah Adiwiyata.

"Kami berupaya mengintensifkan program Sekolah Adiwiyata untuk menciptakan budaya peduli dan cinta lingkungan bagi para pelajar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Jumat.

Ket. Foto: Sejumlah siswi salah satu SD di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merawat tanaman di lahan kosong yang dimanfaatkan untuk praktik menanam secara hidroponik sebagai bagian program Sekolah Adiwiyata. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dia mengatakan Sekolah Adiwiyata merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka mendorong terciptapengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Ia menjelaskan Sekolah Adiwiyata bertujuan mewujudkan warga sekolah yang memiliki tanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

"Penting untuk menerapkan budaya peduli dan cinta lingkungan terhadap siswa sedari dini sehingga dapat menjadi penggerak bagi diri sendiri serta orang-orang di sekitarnya untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan," katanya.

Kepala Bidang Penataan dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Arnoko Indakto mengatakan tahun ini ada 119 sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA, yang menjadi calon peserta Sekolah Adiwiyata mulai level kabupaten, provinsi, nasional, hingga mandiri.

"Tentunya keberadaan mereka diharapkan dapat ikut bertanggung jawab dalam upaya pelestarian lingkungan di sekitar masing-masing, seperti mencontohkan kepada orang sekitarnya untuk tidak membuang sampah sembarang tempat," katanya.

Arnoko menyatakan berbagai upaya juga dilakukan Dinas Lingkungan Hidup untuk menggerakkan sekolah agar bisa melakukan perubahan lingkungan, seperti sosialisasi pemilahan sampah, menanam dengan cara hidroponik, serta pengurangan kantong plastik.

"Siswa diberikan edukasi seperti memilah sampah organik dan anorganik serta menaruh di tempat yang sudah disediakan untuk masing-masing jenis sampah, menanam pohon untuk penghijauan lingkungan dan lainnya," ucapnya.

Ia berharap, sekolah yang mengikuti program Adiwiyata dapat melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup guna mewujudkan perubahan perilaku yang signifikan terhadap kecintaan pada lingkungan hidup melalui perilaku ramah lingkungan.

"Harapan besar kami seluruh warga sekolah yang sekolahnya mengikuti program ini, termasuk siswa dan siswinya bisa menularkan manfaat positifnya di luar lingkungan sekolah. Tentu ini juga akan menjadi nilai tambah bagi sekolah, bahwa nantinya lulusan sekolah tersebut tidak hanya cerdas di akademik melainkan juga menjadi lulusan berkarakter, baik di lingkungan masyarakat maupun sosial," kata dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.