Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelabuhan Bakauheni Dipadati Kendaraan Dampak Cuaca Buruk di Merak

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 17:21 WIB | Oleh:
Pelabuhan Bakauheni Dipadati Kendaraan Dampak Cuaca Buruk di Merak Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
Ket. Suasana penumpukan kendaraan besar di area kantong parkir pelabuhan Bakauheni Lampung.

LAMPUNG SELATAN - Akibat cuaca buruk di Pelabuhan Merak, Banten, sejumlah kendaraan truk barang dan mobil pribadi memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Jumat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan baik roda empat maupun truk barang tertahan dan menumpuk di area kantong parkir Pelabuhan Bakauheni.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Rudi Sunarko di Lampung Selatan, Jumat, mengatakan penumpukan sejumlah kendaraan tersebut akibat adanya cuaca buruk yang terjadi di Pelabuhan Merak, Banten.

"Iya, saat ini memang cuaca sedang tidak mendukung di Pelabuhan Merak Banten, yang mengakibatkan kapal susah sandar," kata Rudi Sunarko.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan pihak terkait agar penumpukan kendaraan di area Pelabuhan Bakauheni dapat terurai.

"Saat ini kami terus melakukan kordinasi baik pihak Pelabuhan Merak maupunstakeholderterkait lainnya," kata dia.

ASDP menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa dan masyarakat sekitar atas ketidaknyamanan akibat situasi yang terjadi.

Manajemen terus berupaya memprioritaskan keselamatan penumpang, awak kapal, dan fasilitas pelabuhan, demi kelancaran dan kenyamanan penyeberangan.

Selain itu ia mengimbau masyarakat tetap mewaspadai potensi cuaca buruk yang terjadi, khususnya di lintasan tersibuk Bakauheni-Merak.

Salah satu pengendara dari Palembang, Boby, saat diwawancarai di Bakauheni, Jumat, mengatakan ia mengantre untuk masuk ke dalam kapal sudah enam jam lamanya.

"Kami dari Palembang mau ke Subang bawa beras, tertahan di sini sudah enam jam lebih lah pak," kata Boby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.