Harga Minyak Mentah Perpanjang Kenaikan di Asia
Kamis, 14 Mar 2024, 10:13 WIBBEIJING - Minyak memperpanjang kenaikan di perdagangan Asia pada Kamis (14/3) setelah penurunan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS mengindikasikan penguatan permintaan, sementara kemungkinan gangguan pasokan setelah serangan Ukraina terhadap kilang Rusia juga mendukung harga.
Brent berjangka naik 10 sen, atau 0,12 persen, menjadi $84,13 per barel pada pukul 01.15 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 7 sen, atau 0,9 persen, menjadi $79,79 per barel.
Kedua kontrak tersebut telah meningkat sekitar 3 persen ke level tertinggi dalam empat bulan pada hari Rabu karena meningkatnya prospek permintaan AS dan meningkatnya risiko geopolitik.
Serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap fasilitas penyulingan Rusia berlanjut untuk hari kedua pada hari Rabu, menyebabkan kebakaran di kilang terbesar Rosneft dalam salah satu serangan paling serius terhadap sektor energi Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah kerusakan parah pada kilang Lukoil di Nizhny Novgorod pada hari Selasa, Ukraina menyerang kilang di wilayah Rostov dan Ryazan, kata para pejabat Rusia.
Di Ryazan, serangan drone menyebabkan kebakaran di kilang Rosneft. Dua sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kilang tersebut terpaksa menutup dua unit penyulingan minyak utama.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada negara-negara barat dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Rabu bahwa Rusia secara teknis siap untuk perang nuklir.
Di sisi permintaan, stok minyak mentah AS turun secara tak terduga karena peningkatan pengolahan dan penurunan persediaan bensin di tengah kuatnya permintaan menjelang musim berkendara di musim panas, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu.
Persediaan minyak mentah mengakhiri peningkatan enam pekan berturut-turut dengan turun 1,5 juta barel menjadi 447 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Maret, kata EIA, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 1,3 juta barel.
Persediaan bensin turun selama enam minggu berturut-turut, turun 5,7 juta barel menjadi 234,1 juta barel, kata EIA, tiga kali lipat ekspektasi penurunan 1,9 juta barel.
Stok bahan bakar kendaraan bermotor di Gulf Coast AS turun ke level terendah sejak November 2022, sementara pasokan bensin kendaraan bermotor, yang merupakan representasi dari permintaan, naik tipis 30.000 barel per hari menjadi lebih dari 9 juta barel per hari untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Menko IPK: Transformasi Transmigrasi Instrumen Strategis Pembangunan
-
Kabar Gembira bagi Warga Jasinga, Jalur KRL Akan Diperpanjang Sampai Jasinga
-
Harga Minyak Mentah Turun Karena Optimisme Perundingan Damai AS-Iran
-
Harga Minyak Mentah Anjlok, Saham Melonjak Setelah AS-Iran Capai Kesepakatan Damai
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan, Saham Asia Merosot Seiring Pudarnya Harapan Perundingan Damai
-
Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp68.000, Jadi Rp3,012 Juta/Gr
-
Kedatangan Paus Leo XIV di Kilamba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.