KPU Minta Pengadilan Bubarkan Partai Reformis

Rabu, 13 Mar 2024, 02:55 WIB

BANGKOK - Komisi Pemilihan Umum Thailand pada Selasa (12/3) mengatakan pihaknya akan meminta Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan Partai Move Forward yang reformis, yang memenangkan kursi terbanyak pada pemilu tahun lalu.

MFP mengubah tatanan politik kerajaan dalam pemilihan umum Mei lalu, dengan memperoleh suara terbanyak setelah kampanye yang menjanjikan reformasi militer, monopoli bisnis, dan perubahan undang-undang lese-majeste.

Ket. Foto: Mantan pemimpin MFP, Pita Limjaroenrat — Sumber: AFP/JACK TAYLOR

Namun upaya mereka yang berani dan bahkan mengejutkan pemerintah Thailand itu berakhir dengan mereka dikucilkan dari pemerintahan setelah berbulan-bulan perselisihan politik dan hukum.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan pada Selasa dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah setuju dengan suara bulat untuk mengupayakan pembubaran atas janji kampanye MFP untuk mereformasi undang-undang penghinaan kerajaan yang keras.

Keputusan ini menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi pada Januari yang menyatakan bahwa janji MFP mengenai undang-undang yang melindungi keluarga kerajaan Thailand sama dengan upaya untuk menggulingkan monarki konstitusional.

"KPU telah mempelajari putusan tersebut dan setuju dengan suara bulat untuk mengajukan kasus pembubaran Partai Move Forward ke Mahkamah Konstitusi," kata KPU Thailand dalam sebuah pernyataan.

Thailand mempunyai sejarah partai-partai politik yang dibubarkan karena intervensi hukum, termasuk pendahulu MFP, Future Forward Party, yang dibubarkan pada 2020 karena masalah keuangan.

Sejauh ini belum ada kerangka waktu yang jelas dari pengadilan terkait akan dibubarkannya MFP, namun sebelumnya Partai Future Forward dibubarkan hanya selang beberapa bulan setelah keputusan KPU.

Lese-Majeste

Undang-undang lese-majeste dimaksudkan untuk melindungi raja, sosok yang dihormati dalam masyarakat Thailand, dari penghinaan, dan siapa pun yang melanggarnya dapat menghadapi hukuman hingga 15 tahun penjara.

Namun para kritikus mengatakan undang-undang tersebut telah ditafsirkan secara luas dalam beberapa tahun terakhir untuk melindungi keluarga kerajaan dari segala bentuk kritik atau ejekan.

Reformasi undang-undang lese-majeste adalah tema utama demonstrasi besar-besaran pada tahun 2020, yang menampilkan kritik publik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keluarga kerajaan.

Ratusan orang telah menghadapi tuduhan penghinaan kerajaan setelah protes tersebut, menurut Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand, sebuah kelompok hukum yang menangani banyak kasus. Mereka yang menghadapi tuduhan tersebut termasuk para pemimpin senior protes dan setidaknya satu anggota parlemen terpilih. ν AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.