- Home
-
- Luar Negeri
-
- Whistleblower Boeing John ...
Whistleblower Boeing John Barnett Ditemukan Tewas
Selasa, 12 Mar 2024, 14:15 WIBWASHINGTON - Seorang mantan karyawan Boeing Co. yang menyampaikan kekhawatirannya mengenai standar produksi pembuat pesawat di pabrik North Charleston 787 Dreamliner ditemukan tewas, lapor BBC.
John Barnett, yang bekerja di Boeing selama 32 tahun hingga pensiun pada tahun 2017, meninggal pada tanggal 9 Maret karena luka yang ditimbulkannya sendiri, kata BBC.
Kematiannya dikonfirmasi oleh Pemeriksa Charleston County, kata laporan itu.
Dalam sebuah pernyataan melalui email, Boeing mengatakan pihaknya "sedih" mendengar kematian Barnett dan menyampaikan perasaan duka kepada keluarga.
Beberapa hari sebelum kematiannya, Barnett telah memberikan bukti dalam gugatan pelapor terhadap Boeing, kata BBC.
Dia dijadwalkan menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada tanggal 9 Maret, dan ketika dia tidak muncul, penyelidikan dilakukan di hotelnya. Kemudian dia ditemukan tewas di truknya di tempat parkir hotel, kata laporan itu.
Pada tahun 2019, dalam artikel New York Times, Barnett mengatakan bahwa pabrik North Charleston, salah satu dari dua pabrik yang membuat 787 Dreamliner, menghadapi masalah produksi dan pengawasan yang menimbulkan ancaman keselamatan.
Bagian-bagian yang rusak dipasang di beberapa pesawat, dan serutan logam sering tertinggal di dalam jet, lapor NYT.
Barnett mengatakan dia menemukan kumpulan serpihan logam tergantung di kabel yang mengatur kontrol penerbangan, kata laporan itu.
Pada tahun yang sama, dia mengatakan kepada BBC bahwa para pekerja di bawah tekanan sengaja memasang suku cadang di bawah standar pada pesawat di jalur produksi.
Rekor keselamatan Boeing kembali menjadi sorotan setelah penutup pintu pada pesawat 737 Max 9 meledak yang dioperasikan oleh Alaskan Airlines pada 5 Januari tak lama setelah lepas landas.Tidak ada yang terluka dan pesawat mendarat dengan selamat.
Boeing telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak dapat menemukan catatan apa pun tentang pekerjaan yang dilakukan pada panel yang gagal dan menyatakan bahwa prosedur perusahaan tidak dipatuhi, menurut surat yang dikirim ke senator AS yang memimpin komite masalah penerbangan.
Regulator AS pada bulan Februari memberi waktu 90 hari kepada Boeing untuk menyusun rencana guna memperbaiki masalah kendali mutu "sistemik". Sementara Departemen Kehakiman telah membuka penyelidikan kriminal atas insiden Alaska Air. Demikian dikutip dari The Straits Times.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Menag Nasaruddin Umar Salat Tarawih di Masjid Negara IKN, Ajak Umat "Naik Kelas" Selama Ramadan
-
Realisasi Anggaran Infrastruktur hingga September 2025
-
Pekan Kedua Maret, Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Masih Stabil
-
Kejadian Unik! 23 Pemain Dikartu Merah Massal pada Pertandingan Bola Brasil, Ini Kronologinya
-
Warga Kasemen Serang Sahur di Tengah Kepungan Banjir
-
Singoyudha Berhasil Mengatasi Perlawanan Ketat Sukun Badak di Livoli Divisi Utama
-
Badan Pengkajian MPR Sebut Pembahasan Relevansi Pasal-Pasal UUD NRI Tahun 1945 untuk Kesejahteraan Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.