Trump Bertemu Sekutu Putin dari Hongaria, Ini Kata Biden

Sabtu, 09 Mar 2024, 10:51 WIB

PHILLADELPHIA - Presiden AS Joe Biden pada Jumat (8/3) mengkritik saingannya dalam pemilu, Donald Trump, karena bertemu dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban.

Orban melakukan perjalanan ke Florida pada hari Jumat untuk bertemu dengan "teman baiknya" mantan presiden AS Trump. Orban sering menyatakan harapannya agar Partai Republik kembali berkuasa.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump menyambut Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Gedung Putih, Washington DC,AS pada 13 Mei 2019. — Sumber: EURACTIV/PA-EFE/JIM LO SCALZO

"Anda tahu dengan siapa dia bertemu hari ini, di Mar-a-Lago?" kata Biden dari Partai Demokrat kepada para pendukungnya dalam kampanye yang berulang kali mengecam Trump.

"Orban dari Hongaria, yang dengan tegas menyatakan bahwa menurutnya demokrasi tidak akan berhasil dan sedang mencari kediktatoran."

Biden menambahkan: "Saya melihat masa depan di mana kita mempertahankan demokrasi, bukan melemahkannya."

Biden merujuk pada pertemuan Orban setelah mengecam Trump karena mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang negara-negara NATO yang tidak membayar iuran keuangan mereka.

Orban pada Jumat malam memposting foto dan video ke media sosial yang menampilkan kunjungannya ke kediaman mantan pemimpin AS di Mar-a-Lago. Ia menulis dalam bahasa Inggris, "Jadikan Amerika hebat lagi, Tuan Presiden!"

Trump terlihat dalam postingan memberikan penghormatan kepada perdana menteri dalam pertemuan di kawasan Florida.

"Tidak ada orang yang lebih baik, lebih cerdas, atau pemimpin yang lebih baik daripada Viktor Orban. Dia luar biasa," kata Trump dalam salah satu video, berdiri di atas panggung.

"Dia adalah sosok yang tidak kontroversial karena dia mengatakan 'Inilah yang akan terjadi,' dan itulah akhirnya. Dialah bosnya," kata Trump.

"Kunjungan ini menekankan pembangunan hubungan antara kaum konservatif Amerika dan Hongaria, dan manfaat yang bisa didapat dari terpilihnya Presiden Trump pada bulan November," kata ajudan Orban, Gladden Pappin, kepada AFP.

Hongaria adalah satu-satunya anggota Uni Eropa yang mempertahankan hubungan dekat dengan Kremlin setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Orban secara teratur mengadvokasi gencatan senjata dan perundingan damai, dengan alasan, Trump yang sebelumnya menyatakan kekagumannya terhadap Putin, adalah orang yang paling memenuhi syarat untuk menemukan jalan keluar dari konflik tersebut.

Pemimpin Hongaria itu membuat marah para pemimpin Uni Eropa lainnya ketika ia bertemu dengan Putin pada bulan September dan sebelumnya telah mengatakan menentang sanksi Barat terhadap Moskow.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.