- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia-Sri Lanka Pering...
Indonesia-Sri Lanka Peringati 50 Tahun Jatuhnya Pesawat Jemaah Haji
Sabtu, 09 Mar 2024, 15:06 WIBJAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kolombo bersama pemerintah Provinsi Tengah Sri Lanka memperingati 50 tahun jatuhnya pesawat jemaah haji Indonesia di Seven Virgin Hill, Maskeliya, Provinsi Tengah, Sri Lanka.
Peringatan tersebut ditandai dengan kunjungan Duta Besar RI untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing dan Gubernur Provinsi Tengah Sri Lanka, Lalith U. Gamage, ke monumen dan makam para korban jatuhnya pesawat Jemaah Haji Indonesia yang merenggut nyawa dari seluruh 191 penumpang, menurut keterangan KBRI Kolombo yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/3).
Pesawat DC 08 Martinair dengan 191 penumpang, termasuk awak pesawat yang terbang dari Indonesia, jatuh ke kawasan pegunungan Seven Virgins pada 4 Desember 1974 tengah malam dan merenggut nyawa seluruh penumpang dan awak pesawat.
Jenazah yang berhasil ditemukan dimakamkan di kaki pegunungan, dan monumen didirikan oleh pemerintah Indonesia sebagai penghormatan bagi para korban.
Setelah 50 tahun berlalu, peringatan kecelakaan pesawat itu masih memiliki makna yang mendalam, sebagai pengingat akan ikatan yang langgeng antara Indonesia dan Sri Lanka dan kesedihan bersama atas kehilangan nyawa para korban.
Melalui acara peringatan tersebut, Pemerintah Indonesia dan Sri Lanka menegaskan kembali komitmenuntuk menjaga kenangan para korban dan memperdalam pemahaman serta persahabatan antara kedua negara.
Selanjutnya, KBRI Kolombo?????? bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Tengah Sri Lanka berencana untuk merenovasi dan memperbarui monumen dan makam peringatan itu.
Renovasi mencakup berbagai upaya, seperti perbaikan struktur fisik monumen, pemugaran makam, pemeliharaan lingkungan sekitar, dan peningkatan fasilitas dan aksesibilitas bagi pengunjung.
Kedua pihak juga merencanakan pemeliharaan berkala untuk memastikan bahwa monumen dan makam tetap terawat dengan baik dalam jangka panjang. Pemeliharaan dapat mencakup penjadwalan perawatan rutin, inspeksi reguler dan pembaruan sesuai kebutuhan.
"Dengan merenovasi monumen dan makam para korban dengan cara yang tepat dan memadai, kita dapat memastikan bahwa warisan mereka dihormati dan dipelihara sebagai bagian penting dari sejarah kita," kata Dubes Dewi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Operasi Trisila II TNI AL Digelar di Palu, Gubernur Sulteng Soroti Pentingnya Selat Makassar
-
Svitolina Tampil Meyakinkan, Melaju ke Babak 32 Besar Prancis Open
-
Polres Karawang Rutin Monitoring Pelayanan SIM untuk Cegah Pungli
-
Pesawat Tempur Siluman F-35B Jatuh di California, Pilot Berhasil Melontarkan Diri
-
Gibran Buka PENAS XVII di Gorontalo, Tegaskan Indonesia Harus Pastikan Kemandirian Pangan
-
BP Batam: Investasi dan Logistik Jadi Penggerak Ekonomi Kawasan
-
Industri Perhotelan Masuki Era Baru Lewat Teknologi Distribusi Berbasis AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.