Akademisi Unpatti Ungkap Kendaraan Listrik Solusi Hemat Bahan Bakar Fosil

Kamis, 07 Mar 2024, 11:35 WIB

AMBON - Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Maluku mengemukakan penggunaan kendaraan listrik menjadi solusi untuk menghemat bahan bakar minyak yang bersumber dari fosil yang dalam waktu tertentu akan habis ketersediannya.

"Misalnya saja sepeda motor dengan jarak tempuh 50 kilometer yang berbahan dasar fosil butuh satu liter bensin seharga Rp13.000, bandingkan dengan sepeda motor listrik dengan jarak tempuh yang sama hanya membutuhkan 1,2 Kwh tau setara dengan Rp2.500," kata Dosen Teknik tenaga listrik Mekatronika Fakultas Teknik Unpatti Ir Antony Simanjuntak di Ambon, Kamis (7/3).

Ket. Foto: Dosen Teknik tenaga listrik mekatronika Fakultas Teknik Unpatti Ir Antony Simanjuntak saat memamerkan komponen kecil dari kendaraan listrik. — Sumber: Antara/Dedy Azis

Dengan perbandingan harga yang terpaut jauh tersebut praktis penggunaan kendaraan listrik dapat menghemat biaya sebesar Rp11.500 untuk 1,2 Kwh atau satu liter bensin.

Kemudian kata dia dari aspek polusi, bahan bakar fosil dengan jarak tempuh 50 kilometer untuk satu liter bahan bakar menimbulkan 2,4 kilo emisi karbon CO2.

"Sedangkan kendaraan listrik hanya menghasilkan 1,3 kilo emisi CO2 namun polusi itu hanya dihasilkan dari proses produksi panel surya mulai dari pemisahan silikon dari pasir kuarsa sampai dileburkan dengan 3.000 derajat celcius sampai menjadi panel surya siap pakai," katanya menjelaskan.

Hal itu berarti polusi yang dihasilkan dari kendaraan listrik hanya berasal dari produksi panel surya yang menjadi salah satu sumber tenaga untuk pengecasan baterai pada kendaraan listrik. Namun disamping panel surya masih ada alternatif lain seperti sumber tenaga listrik PLN yang ada di rumah-rumah.

"Akan tetapi penggunaannya tidak seefektif panel surya yang mendapatkan energi dari matahari langsung. Karena panel surya dapat ditempatkan di mana saja," katanya.

Simanjuntak mengatakan bahwa komponen paling penting dari kendaraan listrik sendiri yakni baterai yang digunakan sebagai sumber energi utama. Jika pengguna dapat merawat baterainya dengan baik maka kendaraan listrik akan memiliki ketahanan waktu yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Baterai itu ada namanya SOC untuk pengecasan dan DOD untuk discharging. Kalau misalnya baterainya memiliki DOD 80 persen maka dari 100 persen kapasitas baterai, ambang batas pemakaiannya adalah di 20 persen untuk selanjutnya harus dilakukan pengecasan.

"Hal itu merupakan salah satu cara untuk merawat baterai yang jadi sumber tenaga dari kendaraan listrik tersebut. Namun tergantung dengan DOD baterai yang dipakai, ada 20 persen, 50 persen, dan 80 persen," katanya menjelaskan.

Meski demikianSimanjuntak mengatakan harus ada perhitungan yang matang dari pemerintah untuk mengeluarkan regulasi tentang penggunaan kendaraan listrik itu sendiri.

"Ini terkait dengan bagaimana infrastruktur pendukungnya apakah sudah memadai atau belum seperti sumber pembangkit listrik untuk suplay terhadap baterai yang digunakan," kata dia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.