• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 10 Film Bersaing Ketat Rai...

10 Film Bersaing Ketat Raih Piala Oscar

Rabu, 06 Mar 2024, 17:31 WIB

LOS ANGELES - Mulai dari drama tentang bom atom dan Auschwitz, hingga komedi tentang boneka dan mayat yang dihidupkan kembali karena kegilaan seks, masuk dalam deretan nominasi film terbaik di ajang Oscar yang pengumumannya akan dibacakan pada Minggu (10/3) waktu Amerika Serikat. 10 film yang bersaing itu merupakan yang paling bervariasi dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut 10 film tahun 2023 yang akan bersaing memperebutkan hadiah paling bergengsi Hollywood:

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Robyn BECK
  • American Fiction

American Fiction berhasil mencapai prestasi luar biasa karena film ini menyoroti rasisme sistemik dan kemunafikan fanatik secara jenaka.

Jeffrey Wright berperan sebagai penulis kulit hitam yang kecewa dengan industri penerbitan yang hanya menginginkan buku darinya tentang ayah yang pecundang dan kokain. Ketika ia menyampaikan hal itu, sebagai lelucon, novel tersebut menjadi sensasi.

Sindiran tajam pada film ini berhasil memenangkan hadiah utama di festival film Toronto yang berpengaruh, dan menjadi film unggulan yang terdepan dalam Oscar untuk skenario adaptasi terbaik.

  • Anatomy of a Fall

Pemenang festival film Cannes, Anatomy of a Fall adalah sebuah film drama hukum Prancis yang rumit tentang seorang perempuan yang dicurigai sebagai penyebab kematian suaminya dan peristiwa ini telah menggemparkan Hollywood.

Film ini adalah difavoritkan untuk meraih skenario asli terbaik.

Berkat kampanye penghargaan inventif yang banyak menampilkan bintang anjing kesayangan dari film tersebut, film ini mungkin akan mendapatkan lebih banyak penghargaan. Bisa jadifilm ini menjadi pemenang Palme d'Or ketiga yang meraih penghargaan film terbaik, mengikuti jejak Parasite, film Korea Selatan baru-baru ini, dan film ini pun berpotensi jadi kuda hitam.

  • Barbie

Film Barbie ini dinominasikan untuk meraih film terbaik di ajang Oscar. Sindiran feminis Greta Gerwig menarik banyak penggemar berpakaian merah jambu ke bioskop, memicu meme yang tak terhitung jumlahnya, dan menjadi film dengan pendapatan tertinggi pada tahun itu dengan raihan sebanyak 1,4 miliar dollar AS.

Tapi bisakah film menang? Lonjakan kritikan sutradaranya dan bintangnya, Margot Robbie, menunjukkan bahwa film tersebut mungkin akan kesulitan mendapatkan penghargaan selain untuk kategori desain kostum dan lagu terbaik.

  • The Holdovers

Sebuah drama kuno yang menawan dan jenaka berjudul The Holdovers, menceritakan soal trio yang tak terduga yang terdampar bersama selama liburan musim dingin di asrama sekolah di New England pada era '70-an.

Film ini mempertemukan kembali bintang Paul Giamatti dengan sutradara Alexander Payne. Kolaborasi mereka sebelumnya, film perjalanan darat ke pedesaan anggur tahun 2004, Sideways yang merupakan film klasik sepanjang masa.

Walau banyak dicerca, Giamatti berpotensi kuat meraih kategori aktor terbaik dan Da'Vine Joy Randolph adalah kandidat terbaik untuk penghargaan aktris pendukung pada ajang Oscar kali ini.

Jika ada film lain yang dapat menghentikan Oppenheimer untuk meraih kategori film terbaik, mungkin film itu adalah The Holdovers.

  • Killers of the Flower Moon

Film berdurasi tiga setengah jam ini merupakan sebuah drama mewah karya Martin Scorsese tentang pembunuhan penduduk asli Amerika di Oklahoma pada era '20-an yang terlalu indah dan penting untuk diabaikan oleh para pemilih Academy Awards.

Selain pemeran utama papan atas Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro, Killers of the Flower Moon dengan sempurna menampilkan bintang pribumi Lily Gladstone dalam peran penting dan tragis.

Penampilannya sebagai istri yang kaya dan naif, bisa menjadi yang pertama bagi seorang penduduk asli Amerika yang mendapatkan Oscar untuk kategori akting.

  • Maestro

Maestro adalah film biografi Leonard Bernstein yang dibintangi aktor Bradley Cooper. Selain jadi pemeran utama, Cooper juga menulis dan jadi sutradara film ini.

Maestro tecatat berhasil meraih tujuh nominasi. Namun film tersebut tampaknya paling mungkin memenangkan Oscar untuk kategori tata rias terbaik.

  • Oppenheimer

Sulit untuk mengingat Oscar dengan kandidat yang lebih dominan daripada Oppenheimer. Film drama arahan sutradara Christopher Nolan ini mengisahkan pejalanan hidup bapak bom atom yang mendapat pujian kritis dan berhasil meraup keuntungan hampir 1 miliar dollar AS, dan telah memenangkan hampir semua hadiah utama yang ditawarkan Hollywood.

Dengan hanya anggaran sebesar 100 juta dollar AS, Oppenheimer diperkirakan akan melawan tren film-film indie kecil yang memenangkan film terbaik.

  • Past Lives

Tidak ada film yang memiliki perjalanan lebih panjang menuju Oscar selain Past Lives, yang membuat penonton festival menangis tersedu-sedu ketika debutnya di Sundance pada Januari 2023.

Film arahan Celine Song yang penuh air mata ini menuturkan reuni intens dua kekasih masa kecil, yang kehidupannya berbeda secara dramatis.

Walau film ini tidak mungkin memenangkan kategori film terbaik, namun tetap saja film Past Lives memiliki peluang untuk kategori lain.

  • Poor Things

Pemenang festival besar lainnya, Poor Things meraih hadiah utama bergengsi di Venesia musim gugur lalu.

Seluruh dunia harus menunggu berbulan-bulan untuk melihat Emma Stone sebagai mayat yang dihidupkan kembali secara seksual, menjelajahi visi steampunk Eropa abad ke-19, untuk menghancurkan hati para pria misoginis.

Lucu, absurd, dan sangat feminis, Poor Things memiliki nuansa film sebelumnya yang disutradarai Yorgos Lanthimos, The Favourite, yang juga dibintangi oleh Stone.

Film tersebut meraih Oscar untuk bintangnya Olivia Colman, dan film terbaru ini juga bisa meraih prestasi yang sama bagi Stone, meskipun kategori film terbaik di ajang Oscar mungkin masih di luar jangkauan.

  • The Zone of Interest

The Zone of Interest adalah film holocaust yang tiada duanya. Drama mengerikan karya Jonathan Glazer membuat kengerian Auschwitz tetap menyayat, baik secara visual maupun suara.

Film ini diperkirakan akan memenangkan kategori film internasional terbaik. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.