Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Rancang UKBI bagi Difabel

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 03:23 WIB | Oleh:
Pemerintah  Rancang UKBI bagi Difabel Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, E. Aminudin Azis, dalam acara Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia, di Jakarta, Kamis (29/2).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tengah merancang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi difabel. Hal ini untuk menjangkau para pembelajar atau pengguna bahasa Indonesia yang memiliki kemampuan beragam.

"Saya mendengar ya dari kawan-kawan di tim UKBI ini gitu katanya sekarang sedang diusahakan untuk membuat UKBI versi kaum difabel tuli misalnya," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek, E. Aminudin Azis, dalam acara Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia, di Jakarta, Kamis (29/2).

Dia menjelaskan, langkah tersebut merupakan buah dari pemikiran yang inklusif. Pihaknya akan terus berupaya mengajak semua pihak untuk terlibat mengingat semua orang memiliki hak yang sama untuk mengakses UKBI.

"Jadi difabel ini harus diberi kesempatan yang sama untuk menggunakan dan mengakses UKBI ini," jelasnya.

Perluas Pemanfaatan

Aminudin menerangkan, pihaknya berkomitmen terus memperluas pemanfaatan UKBI agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memotret kemampuan berbahasa Indonesia.

Dia mencontohkan, untuk konteks pembelajaran, UKBI bisa menjadi dasar dalam memetakan kemampuan berbahasa Indonesia para murid. Hasil tersebut bisa digunakan guru dalam proses pembelajaran di kelas.

"Guru yang kreatif tentu saja akan memanfaatkan informasi ini dengan baik sehingga nanti proses pembelajaran yang dia lakukan di dalam kelas juga akan lebih baik lagi," katanya.

Aminudin mengungkapkan, sejak UKBI Adaptif Merdeka diluncurkan pada tahun 2021 terjadi peningkatan peserta UKBI dengan rata-rata 200.000 per tahunnya. Sebelum adanya transformasi UKBI, selama kurun waktu 11 tahun UKBI hanya menjaring sekitar 68.000 orang setiap tahun.

"Selama 3 tahun, dari 2021 hingga 2023 peserta UKB ini sudah melebihi angka 650 ribu orang. Ini karena kepraktisan UKBI sekarang bisa diakses di mana saja asal punya gawai, punya jaringan maka dia bisa mengikuti UKBI," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengatakan, pemanfaatan UKBI harus lebih dioptimalkan lagi untuk berbagai keperluan dan kalangan. Dia berharap, UKBI dapat dimanfaatkan oleh kalangan profesional yang pekerjaannya membutuhkan kemahiran berbahasa seperti wartawan, editor, penulis, penyuluh, peneliti, penerjemah, perawat, sampai pengacara.

"Skor dan predikat yang diperoleh dapat menjadi landasan untuk meningkatkan kompetensi berbahasa dan mendukung prestasi belajar dan peningkatan karir," terangnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.