Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Facebook Setop Bayar Konten Berita ke Media Australia

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 14:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Facebook Setop Bayar Konten Berita ke Media Australia Doc: NPR/Robert Cianflone/Getty Images
Ket. Ilustrasi pesan yang terlihat di Facebook seluler bulan lalu, ketika Facebook melarang penerbit dan pengguna di Australia memposting dan berbagi konten berita dalam perselisihan mengenai undang-undang baru yang mengharuskan platform teknologi membayarnya.

SYDNEY - Perusahaan Induk Facebook, Meta, mengumumkan pada Jumat (1/3), pihaknya tidak akan lagi membayar perusahaan-perusahaan media Australia untuk berita mereka, memicu peringatan pemerintah bahwa perusahaan tersebut "melalaikan" janji-janji masa lalu.

Meta mengatakan akan menghapus tab Facebook News di Australia dan tidak akan memperbarui kesepakatan dengan penerbit berita yang bernilai ratusan juta dollar.

"Orang-orang tidak mengunjungi Facebook untuk mencari berita dan konten politik," kata perusahaan itu menjelaskan langkah tersebut.

Keputusan ini sudah diambil, namun akan menjadi pukulan telak bagi media berita Australia yang sudah berjuang untuk tetap bertahan.

Sebelumnya, Meta juga mengumumkan tidak akan memperbarui kesepakatan konten dengan penerbit berita di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Raksasa media sosial ini telah dipaksa untuk membayar berita oleh pemerintah yang berharap dapat menyamakan kedudukan media dan mendukung perusahaan berita yang sedang kesulitan.

Perusahaan media di seluruh dunia mengalami penurunan pendapatan selama bertahun-tahun. Pengiklan berbondong-bondong menggunakan platform digital populer seperti Google dan Facebook untuk menjangkau konsumen.

Tiga tahun lalu, janji Meta untuk membayar outlet berita mendorong pemerintah Australia melunakkan undang-undang yang mengatur platform online dan hubungannya dengan media berita.

Pada hari Jumat, Menteri Komunikasi Australia Michelle Rowland menyatakan kemarahannya atas pengumuman Meta dan menyarankan pemerintah untuk mengambil tindakan pembalasan.

"Keputusan Meta untuk tidak lagi membayar konten berita di sejumlah yurisdiksi menunjukkan kelalaiannya dalam berkomitmen terhadap keberlanjutan media berita Australia," kata Rowland.

"Keputusan ini menghilangkan sumber pendapatan yang signifikan bagi bisnis media berita Australia. Penerbit berita Australia berhak mendapatkan kompensasi yang adil atas konten yang mereka sediakan."

Rowland mengatakan pemerintah akan "mengusahakan semua opsi yang tersedia" untuk mengatasi masalah ini, dengan berkonsultasi dengan regulator komunikasi negara tersebut.

Pemerintah "berkomitmen untuk mendorong sektor media yang kuat, berkelanjutan, dan beragam mengingat pentingnya hal ini bagi demokrasi dan kohesi sosial kita", katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.