Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Pengungsi PBB di Gaza Tak Dapat Digantikan dengan Mudah

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 10:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Pengungsi PBB di Gaza Tak Dapat Digantikan dengan Mudah Doc: AFP
Ket. Seorang pria berjalan melewati markas besar Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang rusak akibat perang Israel-Hamas, di Gaza, pada 15 Februari 2024.

JERUSALEM - Tidaklah realistis jika kita berpikir badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, dapat dengan mudah diganti, kata ketuanya pada Kamis (29/2) ketika ada seruan untuk menghapuskan badan tersebut.

"Agak picik untuk percaya bahwa UNRWA secara teknis bisa menyerahkan seluruh kegiatannya kepada badan-badan PBB atau LSM-LSM lainnya," kata Philippe Lazzarini kepada wartawan di kantor pusat badan tersebut di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel.

"Ini adalah lembaga yang cukup unik karena kami … terutama menyediakan layanan seperti pemerintah kepada salah satu komunitas paling miskin di kawasan ini," katanya.

Mengenai pendidikan, katanya, "tidak ada satu pun negara kecuali negara yang berfungsi dan administratif yang dapat memberikan pendidikan langsung ke semua tingkatan ini, dalam skala besar".

Di Gaza, katanya, "kami memiliki dampak terbesar, kami menyediakan seluruh platform operasi untuk komunitas kemanusiaan lainnya".

Jika UNRWA meninggalkan Gaza, katanya, "hal ini akan melemahkan kemampuan kolektif kita untuk menanggapi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dan belum pernah terjadi sebelumnya."

Badan PBB, yang dibentuk pada 1949, mempekerjakan sekitar 30.000 orang di wilayah pendudukan Palestina - termasuk 13.000 di Gaza - serta negara tetangga Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Badan ini mendapat kecaman keras setelah Israel menuduh 12 karyawannya terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

Banyak negara menangguhkan bantuan mereka ke badan ini, meskipun PBB mengatakan bahwa Israel tidak memberikan bukti apa pun.

PBB telah meluncurkan penyelidikan internal dan independen terhadap klaim tersebut.

Tuduhan tersebut "menambah dan memicu kecemasan di antara staf kami" dan menyebabkan pemukim dan demonstran di Tepi Barat yang diduduki untuk menargetkan personel UNRWA, kata Lazzarini.

Dia mengatakan bahwa seruan agar UNRWA dibubarkan adalah "cara untuk mengatasi masalah status pengungsi tanpa harus melalui proses politik," dan akan dilihat oleh warga Palestina sebagai "pengkhianatan oleh komunitas internasional".

Lazzarini menegaskan bahwa UNRWA masih merupakan organisasi sementara dan tujuannya "tetap menyerahkan semua layanan kepada negara yang berfungsi".

Dia dijadwalkan berbicara di Majelis Umum PBB pada hari Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.