Rancangan Komunike G20 Hanya Singgung Sekilas soal Konflik Regional

Kamis, 29 Feb 2024, 00:00 WIB

SAO PAULO - Rancangan pernyataan bersama atau komunike pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok 20 (G20) di Brasil, minggu ini, diperkirakan hanya akan memberikan referensi sekilas dalam pernyataan penutup mereka mengenai konflik regional karena perpecahan yang mendalam mengenai perang di Gaza dan Ukraina.

Dikutip dari The Straits Times, rancangan komunike tersebut jauh lebih pendek dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika negara tuan rumah Brasil berupaya menghindari kontroversi geopolitik, juga menyatakan kemungkinan terjadinya soft landing (perlambatan pertumbuhan ekonomi) dalam perekonomian global telah meningkat, namun ketidakpastian masih tetap tinggi.

Ket. Foto: Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Marina Silva (kiri), Menkeu AS, Janet Yellen (tengah), dan CEO Kamar Dagang Amerika untuk Brasil, Abrao Neto dalam pertemuan mengenai hubungan ekonomi AS-Brasil, di Sao Paulo, Selasa (27/2). — Sumber: MANDEL NGAN / AFP

"Risiko terhadap prospek ekonomi global lebih seimbang, dengan disinflasi yang lebih cepat dari perkiraan dan konsolidasi fiskal yang lebih ramah terhadap pertumbuhan yang mendasari pertumbuhan," kata rancangan tersebut.

Kepala Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, mengatakan dampak perang secara keseluruhan selalu negatif. Perang Israel-Gaza jelas menambah ketidakpastian bagi perekonomian global pada saat pertumbuhan sedang lesu.

Namun, dia mengatakan pertemuan para pejabat keuangan G20 masih penting, mengingat perjanjian baru-baru ini tentang layanan digital di Organisasi Perdagangan Dunia menunjukkan kerja sama masih berjalan.

"Tidak seorang pun menginginkan memburuknya hubungan ekonomi lebih lanjut. Berbicara satu sama lain adalah satu-satunya cara kita dapat mengarahkan dunia menuju kinerja yang lebih baik," katanya.

Pertemuan para menteri luar negeri G20 minggu lalu di Rio de Janeiro mengungkap perpecahan mendalam mengenai invasi Russia ke Ukraina dan pemboman Israel di Gaza. Setelah pertemuan itu, para pejabat keuangan G20 diperkirakan akan mengesampingkan geopolitik dan fokus pada isu-isu ekonomi global saat mereka berkumpul di Sao Paulo minggu ini.

Pertahankan Konsensus

Rancangan komunike yang sedang disempurnakan oleh wakil menteri keuangan mencerminkan upaya halus untuk mengakui konflik regional sambil mempertahankan konsensus, yang telah ditekankan Brasil selama kepemimpinannya di negara-negara ekonomi utama G20.

Di antara risiko-risiko negatif terhadap perekonomian global adalah (perang) meningkatnya konflik, fragmentasi geo-ekonomi, meningkatnya proteksionisme, dan gangguan jalur perdagangan.

"Referensi perang dalam tanda kurung mencerminkan upaya untuk mencapai konsensus mengenai bahasa akhir," kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Koordinator jalur keuangan Brasil di G20, Tatiana Rosito, mengatakan kelompok tersebut sedang bergerak menuju komunike singkat yang mencerminkan prioritas Brasil.

Meskipun perang di Ukraina dan Gaza mungkin tidak disebutkan secara langsung dalam komunike bersama dan kurang mendapat perhatian dalam sesi pleno, perang tersebut hanya terjadi di sela-sela pertemuan.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, pada Selasa (27/2), meminta sekutunya untuk segera mengambil tindakan untuk membuka nilai aset kedaulatan Russia yang dibekukan untuk membantu Ukraina, yang memicu tanggapan marah dari para pejabat Russia.

Kanada memberikan dukungannya terhadap gagasan AS, di mana Menteri Keuangan, Chrystia Freeland, mengatakan kedua negara sepakat mengenai kebutuhan mendesak untuk mengambil tindakan dengan menyita aset kedaulatan Russia yang dibekukan untuk membantu Ukraina.

Dia dan para sejawat dari G7 diperkirakan akan membahas masalah ini dalam pertemuan terpisah pada 28 Februari pagi. Namun Menteri Keuangan Russia, Anton Siluanov, memperingatkan usulan Yellen, jika direalisasikan, akan menghasilkan respons yang dapat meningkatkan ketegangan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.