Peluang di Pasar Global Besar

Rabu, 28 Feb 2024, 08:54 WIB

TANGERANG - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) menilai sektor industri furnitur atau mebel dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal itu terlihat dari tren peningkatan permintaan terhadap industri furnitur ramah lingkungan di dunia hingga mencapai 51,02 miliar dollar AS atau 8,6 persen pada 2024.

"Karena itu kami mendukung pengembangan industri furnitur diperluasan tanaman bambu di wilayah NTT dengan bekerja sama pemerintah daerah setempat. Saya kira itu sangat penting sekali," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Tangerang, Banten, Selasa (27/2).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dia menyebutkan, dengan adanya peluang besar pada sektor industri mebel di pasar global, maka pihaknya mendorong agar semua pihak ikut serta memanfaatkan potensi tersebut. Indonesia saat ini sudah mempunyai kekayaan alam yang berlimpah yang tersebar di seluruh wilayah terkait bahan baku furnitur yang beraneka ragam.

"Indonesia memiliki potensi menjadi penyuplai furnitur dunia, karena kita memiliki material yang cukup banyak, ada kayu, bambu dan rota. Maka kesempatan ini saya kira harus dimanfaatkan dengan baik," tuturnya.

Disamping itu, kata Teten, posisi Indonesia yang saat ini memiliki nilai produksi bambu terbesar ke tiga di dunia menjadi salah satu modal baik untuk meningkatkan sektor industri furnitur dalam negeri. "Untuk bisa tembus ke pasar global itu saya kira kita sangat bagus dalam masa yang akan datang," ucapnya.

Dia mengungkapkan, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mengembangkan industri furnitur dan kerajinan, pihaknya akan terus mendorong para pelaku UMKM untuk memulai membuat produk ramah lingkungan.

Permintaan Tumbuh

Sementara itu, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menyebutkan pertumbuhan permintaan terhadap industri furnitur ramah lingkungan diperkirakan akan meningkat pesat hingga mencapai 51,02 miliar dollar AS pada 2024.

"Permintaan terhadap furnitur ramah lingkungan diperkirakan mencapai 51,02 miliar dolar AS atau menyentuh angka 8,6 persen secara global. Pertumbuhan furnitur yang relatif tinggi ini adalah peluang besar yang harus kita respon dengan bersama," kata Ketua Umum Asmindo, Dedy Rochimat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.