Atlet Surfing dan Judo Masih Berburu Tiket Olimpiade

Rabu, 28 Feb 2024, 14:07 WIB

JAKARTA - Lima bulan menjelang Olimpiade Paris 2024 yang digelar Agustus sejumlah atlet Indonesia dari cabang olahraga surfing dan judo masih berburu tiket.

Sebanyak empat atlet selancar ombak atau surfing Indonesia mengikuti ISA World Surfing Games 2024 di Arecibo, Puerto Rico, yang menjadi ajang terakhir untuk memperebutkan tiket Olimpiade Paris 2024.Mereka adalah Rio Waida, I Ketut Agus Aditya Putra, Dhany Widianto, dan Jasmine Michelle Studder untuk sektor putri.

Ket. Foto: Olimpiade Paris — Sumber: istimewa

Manajer tim nasional surfing Indonesia Egy Adhitya Hilman menjelaskan bahwa ajang kali ini memiliki mekanisme yang berbeda, dan menjadi kesempatan terakhir bagi seluruh atlet, termasuk Rio Waida, yang mengikuti Championship Tour liga surfing dunia World Surf League (WSL).

Setiap negara diperbolehkan mengikuti ajang tersebut meskipun atletnya sudah lolos kualifikasi Olimpiade Paris 2024. Kondisi tersebut kurang menguntungkan bagi atlet yang tidak berlomba n di WSL, sebab mereka yang telah mendapatkan tiket adalah atlet yang masuk WSL.

"Sebetulnya, untuk Rio Waida itu dia punya kesempatan dalam dua mekanisme pertandingan. Satu adalah kualifikasi Olympic memang yang dibuat oleh AF-nya, oleh International Federation, yaitu ISA. Atau satu lagi dia punya kesempatan di professional league-nya, di WSL," ujar Egy.

"Tapi karena olimpiadenya di Agustus, otomatis WSL tidak menjadi kesempatan dia. Jadi kesempatan Rio di Olympic hanya di Puerto Rico ini, yang event dilaksanakan oleh AF," sambungnya.

Setiap negara memiliki dua kuota putra dan dua kuota putri. Di akhir ajang akan diketahui peringkat mereka dan diambil beberapa teratas dengan mempertimbangkan jumlah tiket yang tersisa dan persyaratan kuota negara.

Egy optimistis timnas surfing Indonesia mampu merebut tiket Olimpiade. Sebab, dia melihat secara skill atlet Indonesia tidak kalah dari atlet-atlet negara lain. Hanya saja faktor alam menjadi unsur keberuntungan dalam perlombaan.

Saat ini para atlet Indonesia masih berjuang di ISA World Surfing Games 2024 yang berlangsung hingga 3 Maret. Rio Waida lolos ke round ketiga, sementara Dhany Widianto dan Ketut Agus harus berjuang di Repechage 2 setelah masing-masing terlempar dari round pertama dan round kedua. Demikian pula dengan Jasmine Studer bersiap untuk Repechage 2.

Sementara itu dari cabor judo, March Maharani memperbesar peluang untuk semakin dekat tampil di Olimpiade Paris 2024.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), Regina Lefrandt Vega, mengatakan bahwa judoka putri itu baru saja meraih juara tiga atau perunggu dalam turnamen Warsaw European Open 2024 di Polandia.

"Dia (Maria) dapat perunggu untuk kelas 52 kilogram dalam turnamen di Polandia dari 24-25 Februari," ujar Regina. Kemenangan itu akan semakin memperbesar peluang untuk tampil di Olimpiade.

Sebelum turnamen tersebut Maharani berada di urutan keenam ranking Asia. Setelah kemenangan dalam kompetisi itu, poin judoka andalan Indonesia itu akan bertambah, sehingga akan menaikkan peringkat di Asia. Syarat seorang judoka untuk bisa tampil di olimpiade adalah menempati minimal peringkat 10 Asia.

Untuk judoka putra, I Gede Agas Darma Wardana, mendapatkan hasil yang kurang memuaskan karena belum bisa menyabet medali dalam turnamen yang sama.

"Saat ini Agas berada di peringkat 13 Asia kelas 100 kilogram lebih, sehingga kami akan kejar terus untuk menambah poin, agar bisa tampil di olimpiade," ujarnya.

Gina optimistis, peluang judoka putra itu masih terbuka lebar untuk mengejar minimal peringkat 10 Asia, karena masih ada waktu mengumpulkan poin sampai Juni nanti.

Untuk bisa tampil di olimpiade, atlet di cabang olahraga judo sedikit berbeda dengan cabang olahraga lainnya, karena setiap atlet harus mengumpulkan poin melalui keikutsertaan dalam kompetisi yang masuk dalam kalender atau jadwal International Judo Federation (IJF).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.