Pemda Perlu Mitigasi Karhutla
Selasa, 27 Feb 2024, 08:43 WIBJAKARTA - DPR RI meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melakukan mitigasi terhadap daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Melalui mitigasi tersebut, daerah-daerah rawan Karhutla dapat menyiapkan sejumlah peralatan dan armadanya.
"Diharapkan bahaya karhutla di Kalteng tidak akan terjadi karena setiap daerah sudah mengantisipasi terkait hal tersebut," kata Anggota Komisi III DPR RI, Agustiar di Jakarta, Senin (26/2).
Dia menuturkan, selama ini pemerintah provinsi (pemprov) setempat telah berkoordinasi dengan pemda untuk membahas bahaya karhutla termasuk menganggarkan dana penanganan karhutla. Dia menyampaikan perlu adanya sinergi antar instansi dan saling dukung untuk menanggulangi persoalan tersebut agar bisa menekan risiko-risiko yang kemungkinan terjadi.
Agustiar juga mengingatkan agar tak menyepelekan bahaya karhutala terutama dengan adanya cuaca panas akhir-akhir ini. "Jangan pernah sepelekan terkait bahaya karhutla tersebut, karena karhutla bisa saja terjadi apalagi cuaca di Kalteng saat ini cukup panas dan mencapai angka 35 derajat celcius," katanya.
Ditambahkannya, selain pemda juga perlu adanya campur tangan dari aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri yang berada di daerah itu untuk turut terlibat dalam mencegah terjadinya karhutla. Dia juga mengecam apabila ada unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan dan meminta Polda Kalteng tidak segan-segan menindak tegas pelakunya.
Ditegaskannya, perbuatan tersebut selain dapat mengganggu keamanan dan perekonomian provinsi setempat juga akan berdampak pada negara tetangga.
"Kalau karhutla terjadi tentunya banyak yang akan dirugikan seperti kesehatan masyarakat terganggu, roda perekonomian juga terganggu dan yang terparah adalah asap dari karhutla juga sampai ke negara tetangga yakni Malaysia," ungkap Anggota Komisi III DPR RI tersebut.
Daerah Rawan
Adapun Kalteng merupakan daerah yang mengalami karhutla terparah sepanjang 2023 imbas El Nino. Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan bencana karhutla saat ini hampir menyelimuti sebagian besar wilayah Provinsi Kalteng, yang meluas mulai 24 September 2023.
"Seperti yang kita tahu, pada 2023 ini terjadi El Nino moderat, lebih tinggi dibanding yang terjadi pada 2019 yaitu el nino lemah. Meski belum bisa terhindar dari kabut asap, tetapi penanganan karhutla pada 2023 relatif lebih terkendali dibandingkan pada 2019, baik dari luasan karhutla maupun jumlah kejadian karhutla," ujar Gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Akibat Dampak El Nino di Wilayah Provinsi Kalteng beberapa waktu lalu.
Gubernur menyatakan, lima daerah yang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla, yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, dan Kota Palangka Raya.
- kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
- Pemerintah daerah (pemda)
- Kalimantan Tengah (Kalteng)
- Penanganan Bencana
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kirim 198 Ton Beras Banpang untuk 9.938 KPM di Kota Pariaman
-
Komnas HAM Desak Investigasi Independen atas Tewasnya Ibu Hamil saat Kontak Tembak di Intan Jaya
-
Pemkab Bantul Fokus Tingkatkan Kualitas SDM sebagai Refleksi Hari Jadi Ke-195
-
Waspada Musim Kering, 25 Kecamatan Tangerang Rawan Kebakaran
-
Pembangunan jalan desa program padat karya Yogyakarta
-
Bea Cukai Soekarno-Hatta Gagalkan Pemasukan 350 Ribu Dolar AS Tanpa Izin
-
Zaman Makin Unik, Daun Bambu Saja Sekarang Diekspor!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.