BMKG Bandung Identifikasi Panjang Sesar Sumedang Sejauh 2,5 Kilometer

Senin, 26 Feb 2024, 17:32 WIB

BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung telah mengidentifikasi gempa yang mengguncang Kabupaten Sumedang pada 31 Desember 2023,memiliki panjang sesar sejauh 2,5 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengungkapkan sesar Sumedang yang menjadi penyebab rentetan gempa dengan puncaknya berkekuatan 4,8 magnitudo setelah dilakukan penelitian dan identifikasi selama dua bulan setelah gempa.

Ket. Foto: Arsip- Kondisi salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah pascagempa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (3/1). — Sumber: ANTARA/Rubby Jovan

"Menurut survei yang sudah kita lakukan panjangnya (sesar Sumedang) 2,5 kilometer dan kita fokus surveinya, yakni wilayah Kota Sumedang yang terdampak, jadi panjangnya 2,5 kilometer itu lokasinya tepat di bawah Kota Sumedang," kata Teguh di Bandung, Senin.

Teguh menyampaikan dengan telah teridentifikasinya sesar penyebab gempa, hal pertama yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan memperkuat upaya mitigasi.

"Kemudian kedua, peraturan pembangunan, sehingga kami menghasilkan data mikro zonasi untuk rujukan baik tata ruang dan tata wilayah," kata dia.

Pada kesempatan terpisah, Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman mengungkapkan berdasarkan hasil kajian BMKG tentang sesar Sumedang tentunya sangat bermanfaat sebagai masukan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depannya.

"Hasil kajian ini bermanfaat sebagai role input (masukan dalam hal kebijakan), pertama revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), karena mitigasi bencana gempa belum masuk dalam RTRW kita," kata Herman.

Menurut Herman, dokumen gempa hasil kajian BMKG juga akan sangat bermanfaat dalam merumuskan terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) bagi Kabupaten Sumedang

"Nantinya kami turunkan lagi sampai ke rencana tahunan sampai kebijakan teknis semisal perizinan persetujuan bangunan gedung dan sebagainya, tentunya akan ada perubahan dan perbaikan yang mana nanti akan disesuaikan," kata dia.

Lebih lanjut, dia menyampaikan ke depan pemerintah daerah akan lebih memperhatikan konstruksi dengan mengedepankan bangunan tahan gempa di Sumedang.

"Semisal bagaimana nanti izin untuk membangun rumah, pabrik dan sebagainya, itu nanti harus memperhatikan terhadap bencana gempa," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Opik

Berita Terbaru

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.