Kamboja Minta Dukungan Global Capai Target Bebas Ranjau

Sabtu, 24 Feb 2024, 08:49 WIB

PHNOM PENH - Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet pada Kamis (22/2) meminta dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional untuk mencapai target negara itu untuk bebas ranjau pada 2025.

Dalam sebuah pesan untuk memperingati Hari Sadar Ranjau Nasional pada 24 Februari, PM Kamboja tersebut mengatakan bahwa dukungan keuangan dan teknis yang berkelanjutan sangat penting bagi negara Asia Tenggara itu untuk merealisasikan impian bebas ranjau mereka.

"Kami meminta partisipasi yang lebih besar dari komunitas internasional untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya ranjau darat dan amunisi yang masih aktif (unexploded ordnance/UXO), pembunuh tersembunyi yang mengancam keamanan manusia bahkan setelah konflik bersenjata berakhir," ujar Hun Manet.

Untuk mencapai target bebas ranjau pada 2025, dia mengatakan negara kerajaan itu harus membersihkan tambahan lahan seluas 533 kilometer persegi yang terkontaminasi ranjau serta lahan seluas 1.321 kilometer persegi lainnya yang terkontaminasi oleh bom tandan (cluster munition) dan bahan peledak sisa perang (explosive remnants of war/ERW) lainnya.

Ly Thuch, Menteri Senior sekaligus Wakil Presiden Pertama Otoritas Aksi Ranjau dan Bantuan Korban Kamboja (Cambodian Mine Action and Victim Assistance Authority), mengatakan bahwa pembersihan ranjau darat dan ERW tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, tetapi juga akan berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

Kamboja merupakan salah satu negara yang paling parah terdampak ranjau darat dan ERW. Diperkirakan ada 4 hingga 6 juta ranjau darat dan persenjataan lainnya yang tersisa dari tiga dekade perang dan konflik internal yang berakhir pada 1998.

Menurut Hun Manet, dari 1992 hingga 2023, Kamboja telah membersihkan lahan seluas 3.024 kilometer persegi yang terkontaminasi ranjau darat dan ERW. Hal itu memberikan manfaat bagi sekitar 12 juta orang, atau 70,5 persen dari total populasi negara tersebut yang berjumlah 17 juta jiwa.

Dia mengatakan bahwa hampir 1,18 juta ranjau darat antipersonel, 26.339 ranjau antitank, dan 3,1 juta ERW ditemukan serta dihancurkan dalam 31 tahun terakhir.

Sang PM menambahkan bahwa jumlah korban ranjau darat dan ERW telah menurun dari 4.320 orang pada 1996 menjadi 32 orang pada 2023, berada di bawah angka 100 orang per tahun dalam 10 tahun terakhir, dan di bawah 50 orang per tahun dalam lima tahun terakhir.

Dari 1979 hingga Oktober 2023, ledakan ranjau darat serta ERW telah menewaskan 19.822 orang dan menyebabkan 45.212 orang lainnya terluka atau diamputasi di negara itu, menurut laporan pemerintah.

Ket. Foto: Seorang penjinak ranjau mencari ranjau dan persenjataan di ladang ranjau di provinsi Siem Reap, Kamboja, 16 Januari 2024. — Sumber: Antara/Xinhua/Liao Hongqing

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.