Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KemenPAN-RB Akselerasi 145 Pemda soal Reformasi Birokrasi 

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 01:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
KemenPAN-RB Akselerasi 145 Pemda soal Reformasi Birokrasi  Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Ket. Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB, Erwan Agus Purwanto di Jakarta, Rabu (21/2).

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) pembinaan terhadap 145 pemerintah daerah tingkat kabupaten atau kota yang dinyatakan masih tertinggal dalam urusan reformasi birokrasi.

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB Erwan Agus Purwanto mengatakan sebanyak 145 pemerintah daerah itu saat ini masih memiliki predikat reformasi birokrasi di bawah B. Hal itu masih belum sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Nah ini 145 ini ketinggalan sehingga kami undang khusus untuk mendapatkan asistensi dan pembinaan agar tahun ini nilai mereka baik reformasi birokrasi maupun AKIP-nya (Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah), menjadi B," kata Erwan usai menghadiri rapat koordinasi dengan pemerintah daerah prioritas di Jakarta, Rabu (21/2).

Dia mengatakan pembinaan melalui rapat koordinasi itu mengundang seluruh sekretaris daerah atau kepala badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) dari 145 pemerintah daerah dari berbagai daerah di Indonesia. Selama satu hari ini, menurutnya pihak Kementerian PANRB bakal melakukan asistensi.

Menurutnya, 145 daerah itu masih tertinggal soal urusan reformasi birokrasi karena berbagai faktor, di antaranya masih lemahnya komitmen dari pimpinan yakni bupati atau wali kota untuk mengoptimalkan reformasi birokrasi.

Selain itu, menurutnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh daerah tersebut masih belum memahami secara baik tentang reformasi birokrasi. Kemudian menurutnya unsur teknologi dan sumber anggaran pun menjadi faktor lemahnya reformasi birokrasi di daerah tertentu. "Ini jadi prioritas, karena ini masih terkotak-kotak, dan dukungan dari provinsi saya harap bisa mengakselerasi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.