BKKBN Sebut Angka Prevalensi Stunting di Belitung Sebesar 19,6 Persen

Selasa, 20 Feb 2024, 23:52 WIB

Tanjungpandan - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia Hasto Wardoyo mengapresiasi penurunan angka prevalensi stunting di Belitung sebesar 19,6 persen (SSGI/Survei Status Gizi Indonesia), dan berada di bawah angka prevalensi stunting nasional yakni 20 persen.

"Stunting di Belitung bagus karena sudah berada di bawah 20 persen angka stunting nasional," kata Hasto usai bertemu dengan Pj Bupati Belitung dan tim percepatan penurunan stunting di Tanjung Pandan, Selasa.

Dia juga menyatakan optimistis, angka prevalensi stunting di Belitung akan terus menurun dan mencapai target penurunan stunting nasional, yakni sebesar 14 persen karena didukung oleh faktor-faktor dan capaian sejumlah indikator yang cukup baik di Belitung.

"Contohnya rata-rata jumlah anak Belitung sudah 2,14 persen dan nasional 2,8 persen lebih rendah dari angka Provinsi Bangka Belitung sebesar 2,2 persen," katanya.

Ket. Foto: Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo saat melakukan audiensi bersama Pj Bupati Belitung Yuspian dan tim percepatan penurunan stunting di Belitung, Selasa (20/2/2024). — Sumber: ANTARA/Apriliansyah

Ia mengatakan, apabila angka jumlah anak di Belitung sudah bagus, jarak waktu memiliki anak juga baik, dan angka pernikahan dini rendah, maka akan berdampak positif terhadap penurunan angka prevalensi stunting di Belitung.

"Apalagi di Belitung ini ikan lautnya melimpah, semuanya terjangkau, cuma tadi kritik saya justru banyak yang sudah tua namun melahirkan, misalnya perempuan yang usianya di atas 35 tahun," katanya.

Hasto juga mengungkapkan jumlah pasangan menikah di Belitung juga baik mencapai 2.800 per tahun.

"Namun yang mengisi lingkar lengan belum banyak, baru 30 persen, jadi semua orang yang mau nikah di Belitung perlu digerakkan untuk cek tekanan darah dan lingkar lengan sehingga jika nanti hamil anaknya tidak stunting," katanya.

Ia mendorong agar pemerintah daerah dapat terus mencegah dan menanggulangi kasus stunting di daerah itu.

"Mencegah itu 70 persen kemudian 30 persen lainnya adalah treatment terhadap yang stunting, ini adalah treatment yang strategis, mungkin bukan preventif lagi namun preemtif dan fokusnya di situ," katanya.

Hasto menilai, namun ada beberapa kondisi lingkungan yang harus perlu dibenahi seperti kondisi rumah dan jamban, pola pikir, pola asuh, pola makan, dan pola hidup sehat guna mempercepat penurunan stunting di daerah itu.

"Saya yakin bisa tercapai karena Babel targetnya di akhir tahun 2024 penurunan angka prevalensi stunting bisa di bawah 10 persen namun kami ingin melihat dulu angka di tahun 2023 seperti apa baru kami sesuaikan," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.