Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Publik Harus Kawal Rekapitulasi Suara

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Publik Harus  Kawal Rekapitulasi  Suara Doc: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Ket. Arsip foto - Warga mendaftarkan diri untuk melakukan pencoblosan di salah satu TPS di Jakarta, Rabu (14/2).

JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengajak publik untuk mengawal terus jalannya proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 setelah masa hari pencoblosan pada 14 Februari 2024.

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan hasil perolehan suara para kandidat melalui hitung cepat maupun exit poll, hingga yang ada di aplikasi Sirekap itu bukan merupakan hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena hasil resmi adalah proses rekapitulasi penghitungan suara secara berjenjang.

"Walaupun ketiganya bisa memberikan gambaran hasil pemilu, tapi itu belum hasil resmi. Hasil resminya tetap menunggu dari KPU," kata Khoirunnisa di Jakarta, Kamis (15/2).

Dia mengatakan masyarakat bisa turut berpartisipasi mengawal proses rekapitulasi suara dengan cara turut memfoto hasil input data digital dan mengunduh data C1 di laman resmi KPU. Dengan begitu, publik pun bisa ikut mengontrol jalannya proses tersebut.

Adapun menurutnya hasil dari proses rekapitulasi penghitungan suara secara berjenjang oleh KPU maksimal diumumkan dalam waktu 35 hari setelah proses pencoblosan. Setelah diumumkan, menurutnya bakal kesempatan tiga hari bagi kandidat peserta Pemilu 2024 yang ingin mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Walaupun begitu, masyarakat pun saat ini tetap bisa mengajukan atau melaporkan temuan kecurangan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sehingga laporan dugaan kecurangan itu bisa ditindaklanjuti oleh penyelenggara pemilu. "Di sana setiap pihak yang bersengketa bisa memaparkan temuan kecurangan yang terjadi,"

Siap Oposisi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih itu siap berjuang sebagai oposisi di luar pemerintahan dan parlemen untuk menjalankan tugas check and balance.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Hasto melihat pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kekuasaan yang terpusat memunculkan kemampuan untuk melakukan manipulasi, sehingga kekuasaan dan kritik dalam konteks kebijakan dan implementasinya dibutuhkan check and balance.

Menurutnya, berada di luar pemerintahan adalah suatu tugas patriotik dan pernah dijalani PDI Perjuangan pasca Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

"Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri," kata Hasto.

Oleh karena itu, selain berjuang di luar pemerintahan atau di DPR, PDI Perjuangan akan berjuang lewat jalur partai. "Karena apa pun yang terjadi dalam dinamika politik nasional kami punya kewajiban untuk menyampaikan apa yang terjadi kepada rakyat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.