- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Dukung Upaya Jepang Jal...
AS Dukung Upaya Jepang Jalin Hubungan dengan Korea Utara
Jumat, 16 Feb 2024, 14:56 WIBWASHINGTON - Pejabat Departemen Luar Negeri AS yang bertanggung jawab atas urusan Korea Utara, Jung Pak mengatakan Amerika Serikat mendukung upaya Jepang untuk menjalin hubungan dengan Korea Utara.
"Kami mendukung segala jenis diplomasi dan dialog dengan (Korea Utara)," kata Jung Pak, kepada wartawan, Jumat (16/2).
Pernyataan tersebut disampaikan Pak setelah Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah Korea Utara melaporkan pernyataan Kim Yo Jong bahwa Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mungkin dapat mengunjungi Pyongyang jika Tokyo tidak menjadikan masalah penculikan sebagai hambatan bagi kedua negara pada hubungan masa depan.
"Masalah penculikan adalah salah satu kisah paling tragis yang kami kerjakan dan kami sangat mendukung Jepang dalam upaya mereka untuk menyelesaikan masalah ini," ucap KimYo Jong, yang merupakan adik perempuan dari pemimpin utama Kim Jong Un.
"Tidak ada alasan bagi kedua negara untuk tidak menjadi dekat dan hari kunjungan perdana menteri ke Pyongyang mungkin akan tiba," tambah KimYo Jong.
Pak yang juga wakil asisten sekretaris urusan Asia Timur, menyampaikan bahwa AS, yang telah meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang atas serangan siber dan pesatnya perkembangan kemampuan militer, tetap terbuka untuk berdialog dengan Korea Utara meski belum ada tanggapan.
Dia yakin pemimpin Korea Utara telah memutuskan bahwa sekarang bukan waktunya untuk berdialog dan berdiplomasi, tetapi di satu sisi Korea Utara melakukan dialog dengan Rusia.
Adapun PM Jepang Kishida, yang sedang berjuang dengan peringkat persetujuan yang rendah, telah menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara untuk menyelesaikan masalah penculikan warga negara Jepang oleh Pyongyang pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Namun,KimYo jong yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Komite Sentral Partai Pekerja Korea itu dalam pernyataannya menegaskan kembali posisi Pyongyang bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dan tidak ada ruang untuk negosiasi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kaji Rencana Pembelian 24 Pesawat Tempur Rafale dari Prancis
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Krisis Timur Tengah Tunda Laga Liga Champions Asia
-
WFH Wajib Didukung Infrastruktur Teknologi Memadai Agar Pelayanan Publik Optimal
-
Gaikindo: Industri Segmen Komersial Jadi Kunci Pertumbuhan Otomotif Tanah Air
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.