Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertempuran Terjadi di Perbatasan Bangladesh

9 Selasa, 06 Feb 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertempuran Terjadi di Perbatasan Bangladesh Pertempuran Terjadi di Perbatasan Bangladesh Doc: AFP/Tanbir MIRAJ
Ket. Kabur ke Bangladesh l Sejumlah anggota penjaga perbatasan Myanmar berunding dengan penjaga perbatasan Bangladesh di Ghumdum, Distrik Bandarban, pada Senin (5/2). Para penjaga perbatasan Myanmar itu kabur ke wilayah Bangladesh untuk minta perlindungan setelah terjadi bentrokan bersenjata di sepanjang perbatasan dua negara.

TUMBRU - Pertempuran di Myanmar berkobar di dekat perbatasan Bangladesh pada Minggu (4/2), dengan warga yang ketakutan melaporkan peluru mortir melintasi perbatasan, petugas medis kewalahan merawat pasien dan pemerintah mengatakan penjaga perbatasan telah melarikan diri untuk mencari perlindungan.

Setidaknya dua orang tewas di Bangladesh pada Senin (5/2) setelah mortir yang ditembakkan dari Myanmar selama bentrokan di sana mendarat di sebuah desa di seberang perbatasan, kata polisi.

"Dua orang tewas dalam ledakan peluru mortir di Desa Jalpaitoli," kata Abdul Mannan, kepala polisi setempat kepadaAFP.

Sedangkan penduduk desa Bangladesh yang tinggal di dekat perbatasan itu mengatakan bahwa mereka khawatir pertempuran ini akan meluas.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan, pada Minggu mengatakan bahwa petugas penjaga perbatasan dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar, telah memasuki wilayah Bangladesh untuk perlindungan diri sebelum menyerang pejuang Tentara Arakan.

"Tentara Arakan telah merebut banyak wilayah di Negara Bagian Rakhine satu demi satu," kata Khan kepada wartawan di Dhaka.

Menurut juru bicara Penjaga Perbatasan Bangladesh kepadaAFPpada Senin, setidaknya 95 petugas penjaga perbatasan Myanmar telah melintasi perbatasan dan berlindung di pos perbatasan Bangladesh, dengan beberapa diantaranya mengalami luka-luka

Laporan MSF

Sementara badan bantuan Doctors Without Borders (MSF) melaporkan bahwa petugas medisnya di Cox's Bazar pada Minggu telah merawat 17 pasien di Rumah Sakit Kutupalong menyusul terjadinya pertempuran di perbatasan Bangladesh-Myanmar.

Bangladesh saat ini tercatat sudah menampung sekitar satu juta pengungsi Rohingya yang diusir dari Myanmar dalam tindakan keras militer pada 2017.

"Semua pasien mengalami luka tembak," kata MSF, Senin. "Dua orang berada dalam kondisi yang mengancam jiwa, dan lima orang terluka parah," imbuh badan bantuan itu seraya mengatakan pihaknya akan terus memantau situasi tersebut dan menyatakan keprihatinan terhadap masyarakat yang tinggal di kedua sisi perbatasan yang terkena dampak kekerasan.

Sebagian wilayah Myanmar di dekat perbatasan sepanjang 270 kilometer dengan Bangladesh sering mengalami bentrokan sejak November, ketika pejuang pemberontak Tentara Arakan mengakhiri gencatan senjata yang sebagian besar telah dilaksanakan sejak kudeta tahun 2021.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Permukaan Air Danau di Mukapayung Menyusut

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Permukaan Air Danau di Muka...
Nasional
BNPB Perketat Aspek Keselam...
Nasional
Polri Harus Tuntaskan Kasus...
Advertisement
Aksi Protes di Paris Bentrok

Aksi Protes di Paris Bentrok

09 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.