Pemerintah Harus Tetapkan Harga Pembelian yang Adil bagi Petani

Selasa, 06 Feb 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah diminta memperhatikan hal yang krusial yaitu menjaga harga yang adil bagi produsen, khususnya petani, sehingga mereka tetap mempertahankan minatnya untuk terus menanam guna menjaga kestabilan kondisi pangan.

Peneliti Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, di Jakarta, Senin (5/2), mengatakan produksi harus dijaga dengan harga yang berkeadilan bagi produsen sehingga minat menanamnya terjaga.

Ket. Foto: Kesejahteraan para petani dan produsen akan memberikan dampak positif pada daya produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian. — Sumber: ANTARA/DEDHEZ ANGGARA

Hal itu disampaikan Eliza sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyatakan bahwa pemerintah berusaha menjaga harga gabah di tingkat petani tetap tinggi di kisaran tujuh ribu rupiah per kilogram.

Menurut Eliza, petani perlu merasakan bahwa upaya dan kerja keras mereka dihargai dengan penetapan harga yang adil. Kesejahteraan para petani dan produsen akan memberikan dampak positif pada daya produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Dia juga menyampaikan pandangannya terkait urgensi impor beras tahun ini yang dinilai belum berbasiskan data kebutuhan. Kebutuhan beras di awal 2024 sebenarnya masih dapat terpenuhi dari sisa impor oleh Bulog pada 2023, cadangan Id Food, dan di tingkat daerah.

Jika dilihat dari stok beras per Desember 2023, di Bulog terdapat 1,6 juta ton, Id Food kurang lebih dua juta ton, dan di tingkat daerah 6,7 juta ton, seharusnya stok masih terjaga apalagi kebutuhan beras nasional berkisar 2,25 sampai 2,5 juta ton per bulan. "Memang puncak panen raya akan mundur sekitar tiga minggu sampai satu bulan. Namun mulai Maret itu biasanya sudah ada yang panen, sehingga dengan cadangan yang ada masih cukup, semestinya impor tidak dilakukan awal tahun," kata Eliza seperti dikutip dari Antara.

Dia juga meminta agar pelaksanaan impor untuk memenuhi kebutuhan akibat kekurangan produksi dalam negeri, semestinya baru diputuskan setelah panen raya, bukan sebelum panen.

"Kita bisa memperkirakan produksi tahun 2024 itu dari panen raya, karena lebih dari 60 persen produksi beras disumbang dari panen raya. Pada panen kedua biasanya jumlah produksinya lebih sedikit karena kekurangan air," kata Eliza.

Manajemen Stok

Selain itu, dia juga menyarankan pemerintah agar melakukan manajemen stok hingga penyaluran atau distribusi dengan baik. Pada 2023, lanjut Eliza, jika dihitung secara agregat Indonesia surplus tipis 0,27 juta ton, tetapi pemerintah impornya tiga juta ton.

"Dengan rata-rata panennya setahun dua kali maka pemerintah harus dapat me-manage stok dan distribusinya. Panen dua kali dalam setahun, tapi dapat memenuhi kebutuhan setiap bulannya," kata Eliza.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah berusaha menjaga harga gabah di tingkat petani tetap tinggi di kisaran tujuh ribu rupiah per kilogram yang dianggap sebagai harga yang bagus untuk komoditas tersebut.

"Harga tujuh ribu rupiah itu sudah harga bagus, Pak," kata Airlangga kepada salah seorang petani di Cikarang- Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/2).

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.