Lestari Dorong Pemerataan Pengasuhan Berbasis Hak Anak
Selasa, 06 Feb 2024, 06:55 WIBWakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong pemerataan pengasuhan berbasis hak anak harus menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan kualitas hidup anak di Tanah Air.
"Sejumlah program pemerintah dalam rangka pemenuhan hak anak harus mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/2).
Lestari pun menyoroti penurunan angka pengasuhan tidak layak belum merata di Indonesia, termasuk juga perkawinan anak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka pengasuhan tidak layak di Indonesia sebesar 2,98 persen, angka tersebut telah menurun dari tahun sebelumnya, yaitu 3,69 persen, namun masih ada 19 provinsi yang angka pengasuhan tidak layaknya berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, kata Lestari, angka perkawinan anak di Indonesia pada 2022 juga mengalami penurunan menjadi 8,06 persen dari 9,23 persen pada 2021.
Penurunan angka tersebut telah mencapai angka yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) yaitu sebesar 8,74 persen.
Namun, lagi-lagi terdapat 19 provinsi yang angka perkawinan anaknya berada di atas angka rata-rata nasional.
Menurut Wakil Ketua MPR RI belum meratanya penurunan sejumlah indikator yang menjamin pertumbuhan fisik dan mental anak yang lebih baik harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Karena, lanjut dia, setengah dari jumlah provinsi yang ada di Indonesia belum memberikan pengasuhan yang layak bagi anak dan masih terjadi perkawinan anak.
Dua faktor tersebut, jelas Rerie, harus segera disikapi dengan langkah yang nyata lewat pengasuhan berbasis hak anak.
Lestari menyebut program yang dapat dilakukan untuk pemerataan penurunan angka pengasuhan tidak layak, dan perwakilan anak tersebut antara lain, pencegahan perkawinan anak, pengasuhan berbasis hak anak, daycare ramah anak, layanan konsultasi keluarga, dan infrastruktur ramah anak.
"Bila sejumlah program itu bisa direalisasikan dengan baik dan merata di seluruh daerah di Indonesia, lingkungan yang sehat, aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak secara fisik dan mental bisa diwujudkan, demi generasi penerus bangsa yang lebih baik dan berdaya saing di masa datang," kata dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Koops TNI Habema Gelar Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako
-
Serie A Italia: Roma Mengamuk, Fiorentina Dihajar Empat Gol Tanpa Balas
-
KAI Daop 7: 45.999 orang gunakan KA saat libur Kenaikan Isa Almasih
-
Raih 4 Penghargaan Global, Ini Prestasi Holiday Inn Jakarta Gajah Mada
-
Iran Bebaskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama 60 Hari
-
Tingkat Kriminal Sangat Parah, Warga Merasa Tidak Aman Tinggal di Jakarta Barat
-
Peneliti Ungkap Perubahan Iklim Timbulkan Tekanan Ekonomi ke Kelompok Rentan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.