'Kucing-kucingan' Harimau Sumatra Itu Berakhir di Kandang Jebak

Selasa, 06 Feb 2024, 17:38 WIB

LUBUK SIKAPING - Minggu (4/2)pukul 09.40 WIB, enam petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat rutinmengecek kandang jebak harimau yang dipasang di kebun pinang milik warga Jambak, Jorong Binjai, Nagari atau Desa Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Petugas BKSDA setempat, Ocip Maha Putra, yang pertama sampai di lokasi kandang yang berada di tanjakan dengan ketinggian sekitar 200 meter. Ia terkesiap ketika melihat pintu kandang sudah tertutup.

Ocip penasaran, lalumendekatikandang jebak yang terbuat dari besi dengan panjang 200 sentimeter dan lebar 100 cm.

Melihat si "raja rimba" sudah berada di dalam kandang, perasaan Ocip bercampur antara lega namun juga terkejut. Sejurus,Ocip langsung menyampaikan kepada petugas lainnya bahwa harimau sumatra atau Panthera tigris sumatrae sudah terjebak dalam kandang.

Mendapat informasi tersebut, para petugas BKSDA Sumbar langsung mendekati kandang jebak untuk memastikannya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antoni Vevri didampingi Kepala Resor Konservasi Wilayah I Panti BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan berdasarkan hasil kamera pantau, harimau sumatra masuk kandang jebak sekitar pukul 05.43 WIB.

Pintu kandang jebak diberi satu batang kayu oleh petugas agar kandang tidak terbuka. Ada risiko serius jika satwa itu lepas bisa menyerang warga yang berdatangan ke lokasi untuk melihat hewan buas secara dekat.

Harimau sumatra hasil jebakan yang sebelumnya sering muncul di Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman, itu langsung dievakuasi oleh tim BKSDA Sumbar bersama anggota Polri, TNI, dan masyarakat setempat.

Evakuasi binatang buas itu berlangsung selama 2 jam, mulai pukul 14.00 sampai 16.00 WIB, kemudian dibawa menuju ke mobil minibus.

Usai kandang jebak beserta isinya dimasukkan ke dalam mobil, ternyata masih ada kesulitan. Mobil ini tidak mudah melewati jalan yang baru dibuka oleh pemilik lahan.

Namun, kesulitan itu bisa diatasi. Satwa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistimnya langsung dibawa ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi, itu dievakuasi dengan diikawal anggota Polri.

Di TMSBK Kota Bukittinggi, harimau ini bakal menjalani observasi dan pemeriksaan medis untuk mengetahui kesehatan satwa tersebut. Apabila dinyatakan sehat, tidak menutup kemungkinan harimau dilepasliarkan ke habitatnya

Dokter Hewan Dinas Pertanian Pasaman Afdalu Zikri mengatakan harimau sumatra itu berkelamin betina dan berusia dewasa sekitar 3-5 tahun.

Berdasarkan observasi sementara dari penampakan fisiknya, harimau dalam kondisi sehat. Pada bagian luar tubuh juga tidak ditemukan tanda-tanda luka.


Konflikpanjang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antoni Vevri menyatakan konflik harimau sumatra di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, dengan penduduk sudah terjadi sejak Juni 2023 sampai akhir Januari 2024

Konflik tersebut telah menimbulkan kerugian penduduk. Sebanyak lima sapi lima dan 10 kambing diduga kuat diserang harimau tersebut.

Upaya penanganan telah dilakukan maksimal sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. Penghalauan dan patroli penjagaan sebagai upaya mitigasi kejadian konflik sudah sering di lakukan pada rentang 6 bulan tersebut.

Namun harimau sumatra tersebut masih berkeliaran di sekitar permukiman masyarakat. Kemudian juga dilakukan upaya penanganan intensif sejak 2 Januari 2024, usai mendapatkan laporan bahwa sapi milik warga dimangsa harimau sumatra.

Harimau muncul di beberapa titik dalam nagari atau desa di lingkup Kecamatan Tigo Nagari. Tim melakukan penanganan berupa verifikasi, patroli, hingga penggiringan dengan kamera penjebak maupundrone thermal.

Selain itu, juga melakukan pendampingan terhadap warga untuk memberikan rasa aman. Tim memutuskan untuk memasang tiga kandang jebak guna evakuasi satwa liar itu.

Penanganan itu dilakukan selama 24 jam dengan melakukan isolasi pergerakan satwa pada satu titik di Nagari Binjai semenjak 31 Januari 2024.

Satwa harimau sempat masuk ke kandang jebak, namun lepas kembali pada 2 Februari 2024.

Akhirnya, pada Minggu (4/2) sekitar pukul 05.43 WIB, harimau sumatera berjenis kelamin betina dengan panjang sekitar 160 sentimeter dan berat sekitar 70 kilogram masuk ke kandang jebak.

Konflik harimau sumatra hampir terjadi di seluruh nagari di Nagari Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Selama penanganan konflik sejak awal 2024, kemunculan satwa itu sering berpindah-pindah dari satu jorong ke jorong (dusun) lain.

Kepala Resor Konservasi Wilayah I Panti BKSDA Sumbar Ade Putra mengakui satwa buas itu sering berpindah-pindah dari Jambak, Bangih, Tarantang Tunggang, Ladang Panjang, dan daerah lainnya.

Kesimpulan itu berdasarkan laporan jejak kaki satwa dari warga setempat. Bahkan temuan jejak kaki yang ditemukan oleh petugas BKSDA Sumbar.

Dengan kondisi itu, harimau sumatra seperti mengajak "kucing-kucingan" dengan petugas BKSDA Sumbar.

Selama penanganan konflik itu ada puluhan laporan dari warga terkait kemunculan satwa tersebut.

Untuk memastikan keberadaan satwa itu, petugas BKSDA Sumbar melakukan verifikasi dan identifikasi lapangan melalui jejak, cakaran, dan kotoran satwa itu.

Bahkan petugas BKSDA Sumbar langsung melakukan wawancara dengan warga yang mengaku menemukan satwa dan memantau keberadaan satwa menggunakan dengandrone thermal.

Dari identifikasi, verifikasi lapangan, hasil wawancara, dan hasil pemantauandrone thermal, kala itu keberadaan satwa tersebut belum bisa dipastikan.

Camat Tigo Nagari, Gustian, meminta wali nagari, jorong, dan perangkat untuk meluruskan informasi yang beredar kepada masyarakat, agar tidak percaya begitu saja dengan informasi yang beredar di media sosial karena tidak didukung bukti.

Ia dan forkopimca, saat ada pertemuan dengan warga, minta penduduk tidak mengunggah di media sosial informasi yang belum pasti atas kemunculan harimau sumatra.

Oleh karena itu, pemerintah kecamatan setempat mengadakan pertemuan bersama wali nagari, tokoh adat, dan masyarakat untuk menyadarkan masyarakat terkait konflik dengan satwa di Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman, dengan menghadirkan narasumber dari BKSDA Sumbar pada Kamis (11/1).

Selama ini BKSDA Sumbar intens merespons laporan masyarakat terkait kemunculan harimau sumatra sehingga masyarakat tidak perlu resah.

Informasi penanganan konflik tersebut setiap hari dilaporkan ke Bupati Pasaman dan minta masyarakat tenang namun tetap waspada.

Ia mengapresiasi kepada petugas BKSDA Sumbar yang berhasil mengevakuasi harimau sumatra yang sering muncul ke permukiman warga.

Tertangkapnya harimau sumatra tersebut membuat lega penduduk sehingga mereka kini bisa beraktivitas kembali.

Kini, juga tak ada lagi kekhawatiran ternak warga dimangsa harimau. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Opik

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.