Antisipasi Gangguan, Bawaslu Jabar Petakan TPS Rawan di Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 03 Feb 2024, 00:49 WIB

Sukabumi - Dalam menjelanghari pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum (pemilu) 2024.Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat melakukan pemetaan terhadap tempat pemungutan suara (TPS) rawan di Kabupaten Sukabumi.

"Kami sudah mengumpulkan dataTPS yang ada di Kabupaten Sukabumi kemudian dikaji gunamemetakan TPS mana saja yang dianggap rawan, baik rawan gangguan keamanan maupun bencana, karena pada 11-12 Februari mendatang akan dilakukan publikasikan kepada masyarakat bahwa TPS mana saja yang rawan," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jawa BaratNuryamah di Sukabumi pada Jumat (2/2).

Menurut Nuryamah, ada tujuh indikator yang menjadikan TPS tersebut masuk dalam kondisi rawan, antara lain terkait netralitas, kurangnya informasi kepada masyarakat dan daftar pemilih tetap (DPT), dan ketersediaan TPS ramah disabilitas.

Selain itu, dalam pemetaan ini pihaknya menggandeng unsur media massa atau jurnalis karena Bawaslu juga butuh kolaborasi dengan media untuk menyampaikan terkait hasil dari pemetaan yang harus disampaikan kepada masyarakat.

"Selain itu, sosial politik, penyelenggaraan pemilu, pelanggaran pemilu, kontestasi dan partisipasi masyarakat pun menjadi ukuran pihaknya dalam menentukan TPS rawan khususnya yang berada di Kabupaten Sukabumi," ujarnya.

Dia mengatakan Jawa Baratmerupakan salah satu provinsi yang masih paling rawan di Indonesia mulai dari gangguan keamanan, kecurangan dan lain sebagainya.

"Indeks kerawanan merupakan mitigasi kami atau mengidentifikasi sejauh mana tingkat kerawanan yang terjadi pada pemilu 2024. Tentunya melalui pemetaan ini kami mendapat solusi untuk melakukan pencegahan," tambahnya.

Nuryamah mengatakan kegiatan pencegahan harus dilakukan dalam rangka meminimalisasikan persoalan kerawanan. Ia optimistis pelaksanaan pemilu di Kabupaten Sukabumi berjalan kondusif dan berkualitas dan dia berharap Jabar tidak lagi masuk ke kelompok daerah yang rawan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.