- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia dan Ukraina Tukar R...
Russia dan Ukraina Tukar Ratusan Tawanan Perang
Jumat, 02 Feb 2024, 02:35 WIBKYIV - Russia dan Ukraina menukar ratusan tawanan perang pada Rabu (31/1), hanya sepekan setelah Moskwa mengatakan Kyiv menembak jatuh sebuah pesawat yang membawa tawanan perang tentara Ukraina untuk melakukan pertukaran.
Jatuhnya sebuah pesawat kargo militer Russia di dekat perbatasan dengan Ukraina, yang menurut Russia menewaskan 65 tawanan perang Ukraina, sempat menimbulkan keraguan mengenai pertukaran tahanan perang di masa depan antara kedua pihak.
Namun dalam serangkaian pengumuman terkoordinasi pada 31 Januari, kedua belah pihak ternyata berhasil membuat perjanjian terbaru untuk membebaskan lebih dari 400 orang yang ditangkap selama perang dua tahun tersebut.
Kementerian Pertahanan Russia mengatakan 195 tentaranya telah dibebaskan, sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan 207 orang baik tentara maupun warga sipil, telah kembali ke Ukraina.
"Warga kami telah kembali sebanyak 207 orang. Kami mengembalikan mereka ke rumah, apapun yang terjadi," kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan di media sosial.
Sementara Kementerian Pertahanan Russia mengatakan sebanyak 195 prajurit Russia telah dipulangkan.
Mediasi UEA
Pertukaran tersebut dimediasi oleh Uni Emirat Arab (UEA), yang telah berperan dalam beberapa pertukaran sebelumnya, kata Moskwa.
Ukraina mengatakan tentara termuda yang kembali ke negaranya berusia 20 tahun, sedangkan yang tertua berusia 61 tahun. Sedangkan warga Ukraina yang dibebaskan termasuk mereka yang bertempur di Mariupol dan di Pulau Ular di Laut Hitam.
Pengumuman pertukaran tawanan perang tersebut sangat kontras dengan retorika seputar kecelakaan pesawat Russia di Belgorod pada 24 Januari. Zelenskyy menuduh Moskwa telah mempertaruhkan nyawa tahanan Ukraina, sementara Moskwa mengatakan Ukraina telah melakukan aksi teroris.
Moskwa mengatakan pihaknya mengangkut 65 tawanan perang Ukraina dalam perjalanan ke pertukaran yang dijadwalkan. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa secara jelas Ukraina menembak jatuh pesawat tersebut dan mengklaim Kyiv mengetahui puluhan tentaranya mungkin berada di dalamnya.
"Hal ini telah dibuktikan melalui pemeriksaan forensik," kata Presiden Putin dalam pidatonya di televisi.
Ukraina tidak langsung menyangkal versi Moskwa mengenai kejadian tersebut, namun mempertanyakan apakah tentara Ukraina yang ditangkap benar-benar berada di pesawat tersebut dan mengatakan bahwa Moskwa tidak pernah memberi tahu mereka sebelumnya bahwa tawanan perang akan diterbangkan di dekat perbatasan.
Pertukaran tawanan perang pada 31 Januari adalah pertukaran ke-50 antara kedua pihak sejak Russia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, kata Kyiv.
Ribuan orang yang telah ditangkap atau menyerah selama hampir dua tahun perang diperkirakan masih ditawan oleh kedua belah pihak. Sementara perang antara Russia dan Ukraina hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Soal Larangan Vape, Komisi IX DPR Nilai Perlu Dipertimbangkan Serius Demi Lindungi Generasi Muda
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.