Peluang Melemah Terbuka
Kamis, 01 Feb 2024, 11:06 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya pada awal Februari. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan internal, seperti rapat dewan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed dan data inflasi nasional untuk Januari 2023.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong menilai apabila dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed bernada hawkish, maka dapat menekan rupiah. Selain itu, investor juga akan mengantisipasi data manufaktur PMI dan data inflasi Indonesia.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (1/2), bergerak di kisaran 15.750-15.900 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Rabu (31/1), melemah tiga poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.783 rupiah per dollar AS di tengah optimisme capaian produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2023 di atas 5 persen.
"Pemerintah dan para ekonom juga optimistis capaian produk domestik bruto Indonesia pada 2023 akan mampu di atas 5 persen," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta.
Selain itu, Ibrahim menuturkan pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2024 mencapai 5,2 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.