Ketum PBNU Tegaskan Tekad NU untuk Mengabdi Bangsa

Kamis, 01 Feb 2024, 01:10 WIB

YOGYAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan tekad NU untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak akan pernah luntur.

"Hingga saat ini dan insyaallah untuk selama-lamanya, tekad NU tidak akan pernah luntur untuk terus mengabdi kepada bangsa yang kita cintai ini dan mengabdi kepada kemanusiaan sekuat-kuatnya," kata Gus Yahya saat Resepsi Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU di Kampus Terpadu Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Sleman, Yogyakarta, Rabu (31/1).

Ket. Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf — Sumber: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Gus Yahya menyebut bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi momentum yang sangat menentukan untuk masa depan. Meski banyak tantangan, dia menegaskan pada saat yang sama banyak modal keunggulan yang manakala digunakan secara strategis dengan sebaik-baiknya akan mampu mengatasi tantangan itu.

"Ini adalah momentum, saat-saat yang sangat krusial, sangat menentukan untuk masa depan Indonesia. Maka, NU juga tidak akan berpangku tangan, akan sungguh-sungguh berupaya ikut menyumbang kepada maslahat bangsa dan negara yang kita cintai," kata dia.

Gus Yahya menuturkan saat organisasi NU diresmikan atau tepatnya 101 tahun lalu, pendiri NU Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari dalam pidatonya menyampaikan pesan bahwa yang paling penting dalam masyarakat adalah persatuan dalam persaudaraan.

"Masyarakat yang bersatu dalam persaudaraan akan tumbuh menjadi masyarakat yang kuat," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin di Leteh, Rembang, Jawa Tengah, itu juga mengingatkan kembali mengenai penerapan trilogi persaudaraan sebagai dasar atau kerangka keagamaan.

Trilogi yang dicetuskan Rais Syuriah PBNU hasil Muktamar ke-27 NU KH Achmad Siddiq ialah persaudaraan sesama muslim (ukhuwwah Islamiyah), sesama bangsa (ukhuwwah wathaniyah), dan sesama manusia (ukhuwwah basyariyah).

"Selama 101 tahun ini, persaudaraan, kebersamaan, perdamaian, toleransi, dan harmoni terus-menerus menjadi penanda yang paling kuat dari kehadiran NU," ujar Gus Yahya.

Rangkaian Peringatan Harlah ke-101 NU di Yogyakarta bertajuk "Memacu Kinerja Mengawal Kemenangan Indonesia" dibuka dengan istigasah di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Bantul, Minggu (28/1).

Kemudian, dilanjutkan dengan Halaqah Nasional tentang Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawir, Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1); Konferensi Besar NU di lokasi yang sama pada Selasa (30/1); dan resepsi puncak di Kampus Terpadu UNU Yogyakarta pada Rabu (31/1).

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.