Sentimen Eksternal Dominan

Rabu, 31 Jan 2024, 09:42 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan dalam perdagangan tengah pekan ini. Pergerakan rupiah diperkirakan bergantung pada dua rilis data eksternal, yakni produk domestik bruto (PDB) Uni Eropa dan laporan lapangan kerja di Amerika Serikat (AS).

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C Permana menilai jika hasil data PDB UE positif maka bisa makin mengukuhkan penguatan indeks dollar AS sehingga dapat menekan rupiah. Selain itu, jika data lapangan kerja AS mencapai lebih dari 8,7 juta pekerjaan atau sesuai ekspektasi pasar, maka juga akan memberatkan rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Fikri memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (31/1), bergerak di kisaran 15.650-15.850 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS di akhir perdagangan, Selasa (30/1), menguat 30 poin atau 0,19 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.780 rupiah per dollar AS menjelang rilis data inflasi Januari 2024 dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan IV-2023.

"Dari domestik, pasar akan menunggu rilis data inflasi dan PDB," kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di Jakarta.

Rully memperkirakan inflasi domestik Januari 2024 stabil di 2,5 persen, sedangkan untuk PDB triwulan IV-2023 akan melambat ke kisaran 4,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.