Elektrifikasi Pertanian Berdampak Positif bagi Perekonomian

Rabu, 31 Jan 2024, 09:28 WIB

JAKARTA - Program Electrifying Agriculture (EA) atau elektrifikasi pertanian dinilai sebagai inovasi nyata untuk mewujudkan transisi energi yang berkeadilan di tanah air. Program yang konsisten dijalankan oleh PT PLN (Persero) ini diakui tak hanya berdampak positif bagi lingkungan, melainkan juga pada perekonomian.

"Kita apresiasi inovasi ini karena telah memberikan multiplier effect yang sangat nyata sekaligus berkeadilan," ujar Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/1).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Operasional petani yang tadinya hanya bergantung pada Bahan Bakar Minyak (BBM), atau solar, tambahnya, kini punya opsi lain yaitu listrik.

Menurut dia secara bertahap energi listrik akan dihasilkan oleh pembangkit yang bersumber dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sehingga akan lebih ramah lingkungan ketimbang BBM yang bersumber dari energi fosil.

Dari sini, lanjutnya, petani pun bisa berkontribusi langsung dalam mewujudkan transisi energi melalui program ini. Dengan hanya beralih dari menggunakan BBM menjadi menggunakan listrik,.

Defiyan menyatakan, penggunaan listrik pada sektor pertanian akan berdampak positif terhadap perekonomian. "Secara mikro, operasional petani akan jadi lebih hemat karena biaya listrik jelas lebih murah dari BBM," katanya.

Produktivitas Meningkat

Secara makro, produktivitas pertanian bakal meningkat karena ketersediaan listrik lebih mudah diakses dan pasokannya sangat memadai. Tak ayal, lanjutnya, inovasi ini disambut positif oleh masyarakat dan jumlahnya terus meningkat tiap tahunnya.

Defiyan merinci, hingga akhir 2023, Program EA telah digeluti oleh lebih dari 240.000 masyarakat yang tersebar di seluruh tanah air. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen jika dibandingkan 2022, yakni sekitar 193.000 orang.

Dia menambahkan, produktivitas masyarakat yang menggeluti EA juga tercermin melalui peningkatan penggunaan listriknya. Pada akhir 2023, penggunaan listrik khusus untuk EA mencapai lebih dari 5 TerraWatt hour (TWh) atau meningkat sekitar 9 persen jika dibandingkan dengan akhir periode 2022 yang sebesar 4,66 TWh.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.