Tertekan Penguatan Dollar AS
Selasa, 30 Jan 2024, 11:34 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah, hari ini (30/1). Rupiah diperkirakan masih tertekan oleh penguatan dollar AS.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo melihat penguatan tipis rupiah awal pekan ini juga lebih didorong dari intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, rupiah masih tertekan karena indeks dollar AS stabil di sekitar 103,5, mendekati level tertinggi dalam lebih dari enam pekan terakhir.
Karenanya, Sutopo memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (30/1), bergerak melemah di kisaran 15.800-15.900 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS, Senin (29/1), ditutup menguat 15 poin atau 0,09 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.810 rupiah per dollar AS di saat pasar sedang menantikan rilis data inflasi domestik untuk Januari 2024.
"Saat ini pergerakan rupiah dipengaruhi perkembangan dan kondisi eksternal serta domestik," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta.
Dari domestik, dalam waktu dekat akan terdapat rilis inflasi domestik yang kami prediksi masih tetap terkendali di kisaran 2-3 persen. Selain itu, pasar juga menunggu rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 yang Reny perkirakan sekitar 5 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.