Kanada Mulai Selidiki Campur Tangan Tiongkok dalam Pemilu

Selasa, 30 Jan 2024, 13:35 WIB

TRenton - Pemerintah Kanada memerintahkan deportasi terhadap seorang perempuan Tiongkok bernama Jing Zhang, ketika Ottawa pada Senin (29/1) memulai penyelidikannya mengenai campur tangan asing dalam pemilihan federal Kanada.

Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada mengatakan Jing Zhang adalah roda penggerak dalam program campur tangan asing Tiongkok dan merupakan pegawai Kantor Urusan Tiongkok Luar Negeri di Kanada selama 11 tahun, yang menurut dewan tersebut merupakan kepanjangan tangan mata-mata Pemerintah Tiongkok.

Beijing dituduh menjalankan apa yang disebut sebagai kantor kepolisian Tiongkok di Kanada, yang didirikan untuk membungkam kritik warga Kanada keturunan Tiongkok terhadap Beijing.

Penyelidikan ini dinamai "Penyelidikan Publik mengenai Campur Tangan Asing dalam Proses Pemilu Federal dan Lembaga-Lembaga Demokrasi."

Penyelidikan tersebut diperintahkan setelah media Kanada, yang mengutip personel badan intelijen anonim dan dokumen rahasia, menyebut Tiongkok ikut campur dalam pemilu federal pada 2019 dan 2021.

Komisi penyelidikan dugaan intervensi asing tersebut juga akan menyelidiki campur tangan Rusia dan India serta campur tangan negara-negara lain.

Komisi independen ini menghadapi tantangan karena harus mempertimbangkan seberapa banyak informasi yang dapat dibagikan tanpa membahayakan keamanan.

Marie-Josee Hogue sebagai ketua komisi penyelidikan tersebut mengatakan bahwa penyelidikan ini dilakukan dengan "tantangan, keterbatasan, dan potensi dampak buruk yang terkait dengan pengungkapan informasi rahasia keamanan nasional dan intelijen kepada publik."

"Ini adalah salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi komisi ini," kata Hogue dalam pernyataan media.

Direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) David Vigneault dan Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc diperkirakan akan hadir di hadapan komisi tersebut pekan ini.

Komisi akan bekerja untuk memastikan keamanan warga Kanada keturunan Tiongkok yang bersaksi dalam penyelidikan. CSIS telah memperingatkan bahwa beberapa orang telah menjadi sasaran ancaman.

Komisi tidak memiliki tenggat waktu untuk menyelesaikan penyelidikan tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.