“Startup Hub' Disiapkan Pacu Perkembangan UKM

Jumat, 26 Jan 2024, 09:56 WIB

JAKARTA - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) atau Smesco menyiapkan pembentukan Startup Hub. Langkah tersebut sebagai rencana dan strategi promosi dan pemasaran UKM pada 2024.

"Bedanya dengan sektor swasta, Startup Hub yang kami bentuk harus bisa menggalang kekuatan multistakeholder. Lebih banyak mengoordinasikan kekuatan startup untuk tumbuh, yang sudah ada dikembangkan, menghasilkan performance tinggi secara finansial dan model bisnis," kata Direktur Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata saat konferensi pers di Kantor KemenKopUKM Jakarta, Kamis (25/1).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Dikatakannya, startup yang didorong bukan hanya mereka yang unggul secara teknologi, tetapi juga Tech Enabled yang kuat di sektor riil alias lebih banyak startup di sektor produksi.

Indonesia, sebut Leonard, membutuhkan penguatan ekonomi di sektor riil dari hulu ke hilir agar tak kalah bersaingan dengan market global.

Bahkan dalam mewujudkan hal tersebut, Smesco Indonesia sudah melakukan kunjungan ke Singapura. Di mana sebesar 60 persen investasi startup Indonesia terbesar masuk dari Singapura.

"Kerja sama dengan mereka (Modal Ventura asal Singapura) harus didukung, karena investasi sangat dibutuhkan, agar startup lebih bertumbuh kembang dan UKM diberdayakan. Bukan hanya sekadar berdiri lalu hilang," ucapnya.

Lebih lanjut Leo menuturkan Smesco Indonesia mampu menyiapkan lebih banyak program yang yang progresif dan agresif untuk mendukung UKM naik kelas pada tahun 2024 ini karena sudah keluar dari jeratan defisit keuangan pada 2018 dan 2019 dan menjadi surplus pada 2023.

Sumber Pendapatan

Surplus tersebut diraih Smesco berkat dikontribusi dari pengelolaan aset sebagai sumber revenue (pendapatan). Selain itu, Smesco juga mulai memetakan titik-titik baru sumber revenue, seperti kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari Kementerian/ Lembaga (K/L), Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), hingga perusahaan swasta.

Catatan pertumbuhan juga terjadi berkat program kerja sama dengan Skyeats yang merupakan kitchen integrated pemberi layanan sistem pengawetan untuk makanan produk UKM. Skyeats membantu agar bahan makanan UKM lebih awet ketika dipasarkan di suhu ruang hingga 12 bulan yang bertujuan untuk memudahkan produk makanan tersebut masuk ke pasar modern.

"Kami memberikan layanan tersebut kepada UKM dengan tarif yang terjangkau. Diharapkan akan lebih banyak lagi UKM yang bergabung dalam Skyeats, di mana saat ini masih terdapat sekitar 50 UKM yang tergabung," tuturnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.