Seluruh Kampung di Kota Yogyakarta Ditargetkan Jadi Tangguh Bencana
Jumat, 26 Jan 2024, 00:05 WIBYogyakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menargetkan seluruh kampung di wilayah setempat menjadi kampung tangguh bencana pada 2024.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Kamis, mengatakan hingga saat ini telah terbentuk 155 kampung tangguh bencana dari 169 kampung yang ada di Kota Yogyakarta.
"Tahun ini akan kita tuntaskan sehingga di seluruh kampung sudah terbentuk kampung tangguh bencana dan dapat menanggulangi kebencanaan melalui informasi yang cepat serta penanganan tepat sasaran," tutur dia.
Dia menyebutkan berdasarkan data BPBD Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Yogyakarta beberapa waktu terakhir telah mengakibatkan 35 pohon tumbang dan enam rumah rusak, serta tidak ditemui korban jiwa.
Meski Siklon Tropis Anggrek yang memicu cuaca ekstrem sudah menjauhi Indonesia, menurut dia, BPBD provinsi, kabupaten/kota diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan relawan di tingkat kelurahan.
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di tingkat kelurahan dengan kesiapsiagaan kampung tangguh bencana," kata Nur Hidayat.
Masyarakat juga diminta tetap mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan pada Februari 2024.
"Cuaca ekstrem hidrometeorologi ini dapat berdampak pada rumah rusak, tanah longsor, pohon tumbang, dan jatuhnya baliho," kata dia.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menuturkan mitigasi bencana sangat penting untuk menanggulangi potensi bencana akibat cuaca ekstrem di wilayahnya.
"Jangan sampai pohon tumbang dan bencana lainnya memakan korban," kata Singgih.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta juga meminta warga di DIY mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2024.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menuturkan curah hujan di wilayah DIY pada Februari 2024 diprakirakan berkisar 151 sampai 500 mm atau kriteria menengah-tinggi dengan sifat hujan bervariasi mulai bawah normal sampai atas normal.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang selama periode itu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspada! Gelombang hingga 4 Meter Mengancam Pelayaran, BMKG Keluarkan Imbauan.
-
Tambang Emas Ilegal di Dongi Dongi Sulawesi Tengah Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Proses Perizinan Investasi di Lampung Terus Dipermudah Guna Menarik Pemodal
-
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tak Sehat, Masuk 10 Besar Terburuk Dunia.
-
IHSG Hari Ini Bergerak Menguat, Dipicu Kesepakatan Damai AS-Iran
-
Pemkot Jakarta Timur Tertibkan Kabel Udara Semrawut Sepanjang 792 Meter
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Tuai Sorotan, Buruh Desak Kepentingannya Diakomodasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.