Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Paparkan Parameter Wujudkan Indonesia Emas 2045

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Menko PMK Paparkan Parameter Wujudkan Indonesia Emas 2045 Doc: Istimewa
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (Menko PMK), Muhadjir Effendy

Menko PMK menyatakan ada lima parameter untuk membawa Indonesia Emas di antaranya SDM unggul, professional, produktif, berdaya saing, dan berkepribadian Indonesia.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, penyiapan sumber daya manusia (SDM) penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Meski begitu, ada lima parameter yang harus dicapai agar Indonesia menjadi bangsa maju dengan kekuatan ekonomi ke lima di dunia.

"Ada lima parameter yang harus dicapai dan perlu menjadi perhatian bersama agar Indonesia menjadi negara maju dengan SDM yang unggul, profesional, produktif, berdaya saing, serta berkepribadian Indonesia," ujar Muhadjir dalam agenda konferensi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu secara daring, Senin (22/1).

Dia menjelaskan, kelima parameter tersebut di antaranya, pendapatan per kapita tinggi setara negara maju dengan Gross National Income per kapita sebesar USD 30.300, tingkat kemiskinan menuju nol persen, tingkat pengangguran terbuka empat persen. Selain itu, angka kematian bayi di bawah delapan kematian per 1.000 kelahiran, serta angka melek huruf tinggi.

"Untuk menjadi negara maju dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, maka kita harus mampu menyiapkan SDM yang kompeten, produktif, dan berdaya saing di semua sektor industri dan bidang pekerjaan. Dan yang tidak kalah penting adalah kita juga harus menciptakan banyak wirausahawan," jelasnya.

Muhadjir turut mengatakan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi yang ditetapkan pada tanggal 27 April 2022. Muhadjir menyebut revitalisasi itu diperlukan untuk menyiapkan tenaga kerja yang unggul, berdaya saing, terampil, bermutu, dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

"Hal ini penting sebagai upaya untuk menciptakan SDM yang kompeten dan berdaya saing," katanya.

Tantangan Besar

Muhadjir mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan besar. Salah satunya terkait upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di era globalisasi dan teknologi digital.

Dia menilai, tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang besar dari sisi demografi. Penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z dengan jumlah mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen, dan milenial mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen.

"Mari bekerja sama dan berkolaborasi untuk memajukan Indonesia Emas 2045," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
PSMS Medan Menang Telak 4-0...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.