Indo-Pasifik Hadapi Tantangan Demografi dan Perubahan Iklim

Sabtu, 20 Jan 2024, 00:03 WIB

DAVOS - Negara-negara dalam diskusi panel di Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos, pada Rabu (17/1), mengatakan kawasan Indo-Pasifik masih bergulat dengan dua tantangan, yaitu demografi dan perubahan iklim.

"Selama beberapa dekade terakhir, wilayah ini menyumbang setengah dari pertumbuhan PDB global, setengah dari pertumbuhan manufaktur, setengah dari pertumbuhan perdagangan, dan hampir setengah dari seluruh belanja penelitian dan pengembangan, serta setengah dari investasi asing langsung. Namun, dinamisme Indo-Pasifik tidak berarti tidak memiliki masalah," kata Michael Froman, Presiden Council of Foreign Relations, lembaga pemikir Amerika.

Ket. Foto: Michael Froman, Presiden Council of Foreign Relations — Sumber: PATRICK T FALLON/AFP

Dikutip dari The Straits Times, Froman menjelaskan banyak negara di kawasan ini menghadapi tantangan demografi. Meskipun wilayah ini menyumbang setengah dari pertumbuhan penduduk usia kerja, banyak negara Indo- Pasifik, termasuk Jepang dan Tiongkok, memiliki populasi yang menua.

Sebuah makalah yang diterbitkan oleh Georgetown Security Studies Review, pada Januari 2023, mencatat pergeseran demografi saat ini di Indo-Pasifik akan berdampak luas terhadap keamanan regional dan dinamika ekonomi global.

Terkait tantangan iklim, sebagian besar pertumbuhan emisi global berasal dari kawasan ini, dan beberapa negara yang paling rentan, negara kepulauan di Pasifik, sedang berjuang melawan dampak perubahan iklim.

"Amerika Serikat telah menegaskan mereka adalah negara Pasifik dan tetap berkomitmen terhadap kawasan tersebut, bahkan ketika negara tersebut mempertahankan aliansi dengan Eropa dan hubungan yang kuat dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Timur Tengah dan negara lain," ujar Froman.

Dia merujuk pada pertemuan para pemimpin Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik untuk Kemakmuran atau Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) yang diadakan Presiden AS, Joe Biden, di San Francisco pada November 2023. Dalam pertemuan tersebut, sebuah perjanjian ditandatangani mengenai ketahanan dan diversifikasi rantai pasokan dalam sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada Tiongkok.

Pusat Perhatian

Meskipun konsep Indo-Pasifik telah ada selama beberapa waktu, konsep ini menjadi pusat perhatian pada tahun 2022, ketika Biden meluncurkan IPEF di Tokyo dengan berbagai mitra, yaitu Australia, Brunei, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, negara-negara tersebut menyumbang sekitar 40 persen produk domestik bruto dunia. Fiji bergabung sebagai anggota IPEF ke-14 pada Mei 2023.

Froman mengatakan terdapat lebih banyak konsensus di kawasan mengenai sifat tantangan Tiongkok, yang akan berdampak pada persamaan geopolitik di masa mendatang. "Daripada meminta negara-negara untuk memilih satu atau yang lain, kita semua semakin terbiasa dengan dunia yang tidak memiliki blok Tiongkok, dan tidak ada blok AS di Indo-Pasifik, tapi nyatanya lebih poliamori," ujarnya.

India adalah contohnya, seraya mencatat negara tersebut "mencintai" Amerika Serikat karena teknologi dan kerja sama nuklirnya. Mereka juga menyukai Russia karena amunisinya, dan mereka menyukai Iran karena minyaknya.

"Semua ini menunjukkan dunia yang lebih kompleks dan perlunya lebih canggih dalam cara kita terlibat dalam hubungan kita di seluruh Indo- Pasifik," katanya kepada hadirin pada sesi tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.