TPN Ganjar-Mahfud Sudah Miliki Tahapan Transisi Energi

Selasa, 16 Jan 2024, 20:16 WIB

JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud mengatakan saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi dalam proses transisi energi. Meski demikian, pihaknya sudah memiliki tahapan transisi energi.

"TPN Ganjar Mahfud sudah memiliki dua tahapan transisi energi itu," ujar Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud, Agus Hermanto, dalam Diskusi Meneropong Bioenergi di Tangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, secara daring, Selasa (16/1).

Ket. Foto: Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud, Agus Hermanto, dalam Diskusi Meneropong Bioenergi di Tangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, secara daring, Selasa (16/1). — Sumber: Muhamad Ma'rup

Agus menerangkan, tahapan pertama adalah dieselisasi sebab masih banyak Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang masih beroperasi di kawasan Indonesia timur. Menurutnya, hal tersebut harus dihilangkan secepatnya.

Dia melanjutkan, tahapan kedua adalah tidak merencanakan lagi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan menguranginya secara bertahap. Dalam proses ini, harus disiapkan juga pengganti energi yang telah dikurangi. "Setelah itu baru kita masuk masalah energinya. Mempercepat pengembangan energi terbarukan," jelasnya.

Energi Terbarukan

Agus menerangkan, Energi Terbarukan yang bisa digunakan untuk mengganti kekurangan adalah energi surya dan energi angin. Keduanya bisa dilakukan dengan cepat. "Itu tinggal menunggu perjanjian kerja sama saja dengan PLN. Itu rasanya bisa dengan cepat dipakai," katanya.

Dia menambahkan, pembangunan desa mandiri energi dengan EBT lokal mesti dipercepat. Sebagai contoh, di Kalimantan banyak sumber-sumber minihidro yang bisa dimanfaatkan.

Terkait bahan baku bioenergi, Agus menyatakan bahwa memang ada sumber alternatif selain pelet kayu yang bisa digunakan. Beberapa di antaranya yaitu minyak goreng bekas, singkong, bahkan kacang- kacangan.

"Strategi kami adalah menerapkan kebijakan inventarisasi CPO (crude palm oil), kemudian melakukan pemetaan target apakah tujuannya untuk B30 atau B40. Ini dilakukan secara berimbang dengan mengutamakan konsumsi masyarakat, baru yang terakhir adalah untuk ekspor," ucapnya.

Agus menekankan, tahapan lainnya adalah pemanfaatan panas bumi yang saat ini baru dimanfaatkan hanya 10 persen dari potensi energi 9 gigawatt. Meski pembangunannya lama, mesti tetap dikerjakan sambil memanfaatkan energi terbarukan lain seperti biodiesel.

"Kalau membangun panas bumi agak lama sehingga dalam prosesnya butuh kegiatan bioenergi. Bioenergi digunakan untuk biodiesel dan biofuel yang diambil dari CPO," terangnya.

Direktur Eksekutif Traction Energy Asia, Tommy Pratama, menjelaskan, penggunaan bioenergi menjadi salah satu bentuk transisi energi ramah lingkungan yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini. Meski begitu, dia khawatir, produksi bioenergi, khususnya biofuel, secara besar-besaran bakal mengancam ketahanan pangan dan hutan yang tersisa. "Menggantungkan transisi energi pada biofuel atau bioenergi dikhawatirkan akan memicu persaingan antara pangan versus energi yang dapat berujung pada melonjaknya harga pangan," sebutnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.