- Home
-
- Luar Negeri
-
- Raksasa Teknologi Jerman D...
Raksasa Teknologi Jerman Diminta Bayar $220 Juta untuk Selesaikan Tuduhan Suap, Pejabat RI Terlibat?
Senin, 15 Jan 2024, 13:20 WIBWASHINGTON - Perusahaan perangkat lunak asal Jerman, SAP, telah setuju membayar lebih dari 220 juta dollar AS untuk menyelesaikan tuduhan suap kepada pejabat pemerintah di Indonesia, Afrika Selatan, dan lima negara lainnya, kata pihak berwenang AS pada Rabu (10/1).
Perjanjian penangguhan penuntutan menyelesaikan tuntutan yang dihadapi SAP berdasarkan Undang-Undang Praktik Korupsi Luar Negeri (FCPA) AS, menurut pernyataan Departemen Kehakiman AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Perusahaan ini menawarkan perangkat lunak tradisional dan layanan komputasi berbasis cloud.
"SAP telah menerima tanggung jawab atas praktik korupsi yang merugikan bisnis jujur ??yang terlibat dalam perdagangan global," kata Jessica Aber, pengacara AS untuk Distrik Timur Virginia.
"Kami akan terus mengadili kasus-kasus suap untuk melindungi perusahaan-perusahaan domestik yang mematuhi hukum saat berpartisipasi di pasar internasional."
Menurut pengajuan pengadilan, SAP dan rekan-rekan konspiratornya melakukan pembayaran suap kepada pejabat di Afrika Selatan antara tahun 2013 dan 2017 untuk mendapatkan kontrak dengan kota Johannesburg, kota Tshwane, departemen air dan sanitasi nasional, dan Eskom Holdings Ltd, sebuah perusahaan energi.
Antara tahun 2015 dan 2018, SAP mengatur agar suap dibayarkan kepada pejabat Indonesia untuk mendapatkan kontrak pemerintah termasuk dengan kementerian perikanan dan perusahaan telekomunikasi milik negara, demikian isi dokumen tersebut.
SEC menyebutkan, selain di Indonesia dan Afrika Selatan, SAP juga pernah terlibat skema suap di Malawi, Kenya, Tanzania, Ghana, dan Azerbaijan.
Dalam sebuah pernyataan, SAP mengatakan pihaknya "menyambut baik kesimpulan dari masalah ini dan akan sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian."
"SAP memisahkan diri dari semua pihak yang bertanggung jawab lebih dari lima tahun lalu dan sejak itu secara signifikan meningkatkan program kepatuhan global dan pengendalian internal terkait," kata perusahaan yang berbasis di Walldorf itu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Hajar Garuda Jaya 3 Set Langsung, Surabaya Samator Segel Juara 3 Proliga 2026
-
Belajar dari Jogja, Kemendagri Minta Dana Otsus Papua dan Aceh Lebih Transparan
-
Pemerintah Kota Pekalongan Percepat Vaksinasi Campak pada Tenaga Kesehatan
-
Kodam II Sriwijaya Siapkan Pembangunan Markas Yonif TP di OKU Selatan
-
Dilema Pajak Mobil Listrik Jakarta: Potensi Rp1 Triliun Melayang Akibat Aturan Pusat?
-
Konflik Timteng Masih Dominan, 22 April 2026
-
Proyek Oplah Raksasa di Kutim, Solusi atau Risiko Lingkungan?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.