Kenaikan Tarif Angkutan Bisa Memicu Inflasi Global

Senin, 15 Jan 2024, 00:02 WIB

SHANGHAI - Tarif pengiriman peti kemas untuk rute perdagangan global utama pada minggu ini dilaporkan melonjak. Para pelaku industri, pada Jumat (12/1), mengatakan, serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Yaman memicu kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap perdagangan global salah satu wilayah tersibuk di dunia, Laut Merah.

Dikutip dari Voice of America (VoA), pesawat tempur, kapal, dan kapal selam AS dan Inggris menyerang sejumlah wilayah Yaman sebagai pembalasan atas serangan pasukan Houthi, yang didukung Iran, terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Hal tersebut memperluas konflik regional yang berasal dari perang Israel di Gaza.

Ket. Foto: Kepala Analis platform pengangkutan Xeneta, Peter Sand — Sumber: ISTIMEWA

Sebagian besar kapal kontainer sudah menghindari Terusan Suez, jalan pintas antara Asia dan Eropa yang menangani 12 persen perdagangan global. Kini, militer AS dan Inggris mengimbau semua kapal untuk menjauhi zona konflik itu.

Hal tersebut memicu kekhawatiran bahwa tarif kapal tanker minyak dan kapal yang mengangkut komoditas penting akan melonjak, sehingga meningkatkan risiko gelombang baru inflasi global.

Indeks acuan Shanghai Containerized Freight naik lebih dari 16 persen minggu ke minggu menjadi 2.206 poin pada Jumat. Indeks tersebut, yang mengukur tarif "spot" non-kontrak untuk pengiriman peti kemas dari pelabuhan Tiongkok, meroket 114 persen sejak pertengahan Desember.

Perusahaan pialang kapal Clarksons pada Jumat mengungkapkan, tarif pada rute Shanghai-Eropa naik signifikan sebesar 8,1 persen menjadi 3.103 dollar AS per kontainer setinggi 20 kaki pada Jumat dibandingkan pekan sebelumnya, sementara tarif untuk kontainer ke Pantai Barat AS yang tidak terkena dampak melonjak 43,2 persen menjadi 3.974 dollar AS per kontainer setinggi 40 kaki dari minggu ke minggu.

"Semakin lama krisis ini berlangsung, semakin besar gangguan yang ditimbulkan terhadap pengiriman angkutan laut ke seluruh dunia dan biaya akan terus meningkat," kata Peter Sand, kepala analis platform pengangkutan Xeneta.

Sementara itu, empat kapal tanker minyak memutuskan untuk berputar arah di tengah perjalanan untuk menghindari Laut Merah, sementara lima kapal lainnya melakukan pengalihan rute atau menghentikan navigasinya.

Importir besar seperti Tesla, Volvo, dan Ikea melaporkan kekurangan produk atau memperingatkan keterlambatan kedatangan barang.

Mengubah rute kapal mengelilingi Afrika menambah durasi pelayaran sekitar 10 hari dan biaya bahan bakar sebesar 1 juta dollar AS untuk setiap perjalanan satu arah antara Asia dan Eropa.

Memutar Arah

Sementara itu, empat kapal tanker minyak memutuskan untuk memutar arah di tengah perjalanan untuk menghindari Laut Merah, sementara lima kapal lainnya melakukan pengalihan rute atau menghentikan navigasinya.

Importir besar seperti Tesla, Volvo, dan Ikea melaporkan kekurangan produk atau memperingatkan keterlambatan kedatangan barang.

Mengubah rute kapal mengelilingi Afrika menambah durasi pelayaran sekitar 10 hari dan biaya bahan bakar sebesar satu juta dollar AS untuk setiap perjalanan satu arah antara Asia dan Eropa.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan, kenaikan biaya pengiriman barang dalam perdagangan global karena konflik di Laut Merah merupakan hal yang wajar karena biaya pengiriman yang bertambah.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.