Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Gencarkan Edukasi Masyarakat Kaltim Terkait Makanan Sehat

📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Gencarkan Edukasi Masyarakat Kaltim Terkait Makanan Sehat Doc: ANTARA/HO-Adpim Pemprov Kaltim
Ket. Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni saat meninjau stan Pesta Rakyat Kaltim (PRK) 2024 dalam rangka HUT ke 67 Provinsi Kaltim, di GOR Kadrie Oening Samarinda.

Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dalam upaya mewujudkan generasi yang sehat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan melalui edukasi tersebut diharapkan masyarakat tidak keliru bahwa makanan sehat itu tidak harus mahal dan pangan sehat bisa berasal dari pekarangan rumah sendiri.

"Konsumsi B2SA sangat penting dan mendasar bagi kesehatan, termasuk mencegah stunting, juga pemantapan ketahanan pangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, fisik yang tangguh, serta produktif," kata Sri Wahyuni saat meninjau stan Pesta Rakyat Kaltim (PRK) 2024 dalam rangka HUT ke 67 Provinsi Kaltim, di GOR Kadrie Oening Samarinda, Jumat

Sri Wahyuni menjelaskan menu makanan sehat bukan harus dengan daging, telur maupun ikan, namun bisa disesuaikan dengan keadaan masing-masing keluarga, misalnya dengan tahu, tempe atau ikan asin yang harganya jauh lebih murah.

"Konsumsi jenis makanan yang sehat itu harusnya mudah kita dapatkan. Seperti tanaman yang berasal dari pekarangan sendiri, dan itu harusnya terus disosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat, sehingga kesehatan kita tetap terjaga," jelas Sri Wahyuni.

Sementara itu, Pj Ketua TP PKK Kaltim Yulia Zubir Akmal mengapresiasi Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim yang melaksanakan sosialisasi dan edukasi penganekaragaman konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman.

"Tim Penggerak PKK selaku mitra kerja pemerintah mempunyai kader sampai tingkat desa, secara konsisten akan mengiring, serta mendukung kebijakan program B2SA," ujar Yulia Zubir Akmal membuka Sosialisasi B2SA melalui demo Olahan Pangan Lokal Non Beras Non Terigu di Arena PRK2024.

Yulia menambahkan, pembinaan kepada masyarakat akan terus dilakukan agar pola konsumsi pangan lebih beragam, sehingga kualitas keluarga menjadi lebih baik.

"Saya berharap sosialisasi konsumsi B2SA ini, para ibu lebih termotivasi dalam menyediakan kudapan dalam keluarga menggunakan bahan-bahan non beras dan terigu, serta memperkenalkan kepada anak-anak kita sejak dini bahwa pangan lokal itu lezat, sehat dan bergizi," pesannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.