Tingkatkan Minat Generasi Muda, Materi Pertanian Dinilai Perlu Masuk Kurikulum SD-SMA

Jumat, 12 Jan 2024, 09:18 WIB

YOGYAKARTA - Pengamat pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho mengatakan materi pertanian dan teknologi pertanian perlu dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian.

"Saya kira dengan pengenalan pertanian dan teknologinya sedini mungkin di tingkat SD, SMP dan SMA, ada harapan di masa depan Indonesia bisa terbebas dari bayang-bayang impor (pangan)," kata Bayu dalam keterangan resmi UGM di Yogyakarta, Kamis (11/1).

Dengan banyaknya generasi muda yang nantinya mau bergelut di bidang pertanian, menurut dia, Indonesia bakal efektif sebagai negara pengekspor pangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah petani pada 2019 mencapai 33,4 juta orang.

Dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 8 persen atau setara dengan 2,7 juta orang, dan sekitar 30,4 juta orang atau 91 persen berusia di atas 40 tahun dengan mayoritas usia mendekati 50-60 tahun.

Bayu menuturkan salah satu cara yang harus dilakukan untuk menarik minat anak-anak muda ke dunia pertanian adalah mengenalkan teknologi di bidang pertanian kepada mereka sejak dini.

"Tidak hanya kepada anak-anak muda yang berasal dari anggota keluarga petani tetapi juga anak-anak muda yang notabene bukan dari keluarga petani," ujar dia.

Menurut dia, dengan mengenalkan pertanian dan teknologi pertanian mulai SD diharapkan imej terkait pertanian konvensional dan tidak modern bisa dihilangkan.

"Sebagai contoh penggunaan drone. Kalau selama ini penggunaan drone hanya digunakan untuk foto-foto atau mendokumentasikan suatu kegiatan. Kenyataan drone juga bisa digunakan untuk memantau kondisi tanaman bahkan bisa digunakan untuk penyemprotan pupuk, pestisida di lahan-lahan sawah," kata dia.

Selain itu, kehadiran aplikasi-aplikasi pertanian yang baru di telepon pintar memudahkan para generasi muda memantau harga produk pertanian, saling berkomentar terkait pertanian hingga memantau kondisi lahan secara realtime.

Dengan demikian, telepon pintar tidak hanya lagi digunakan untuk membuka media sosial whatsapp, instagram, facebook semata namun mampu menjadi bagian dari solusi.

Tidak hanya sensor dan drone, menurut Bayu, fitur-fitur lain dalam aplikasi pertanian yang mendukung pertanian cerdas sangat diperlukan.

"Misalnya, chatbot dan voice command sebagai wahana komunikasi petani yang ingin bertanya tentang pertanian. Lalu, penggunaan robot untuk otomatisasi dalam penanaman dan pemanenan. Meskipun biaya untuk hal ini terlalu besar, tetapi ke depan pemanfatan robot merupakan bagian dalam suatu pertanian cerdas," kata dia.

Bayu meyakini pemanfaatan inovasi dan teknologi-teknologi di dunia pertanian sangat membantu menaikkan minat anak-anak muda ke dunia pertanian.

Hal tersebut penting untuk ditawarkan karena tidak sedikit dari masyarakat masih memiliki pandangan jika pertanian identik dengan petani tua, konvensional, kotor, dan tidak menguntungkan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.