Sakti Ungkap Penangkapan Ikan Terukur Dapat Tingkatkan Ekspor
Kamis, 11 Jan 2024, 06:55 WIBMenteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa kebijakan penangkapan ikan secara terukur dan berbasis kuota bertujuan agar ekspor dapat ditingkatkan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
"Satu ikan pun tidak ada yang bisa diekspor ke Eropa. Dikatakan bahwa penangkapan ikan dari Indonesia masih barbar, masih tradisional," kata Sakti dalamSeminar Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa, Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall)di Jakarta, Rabu (10/1).
Sakti pun mengatakan bahwa penangkapan ikan disebut barbar atau bebas tanpa ada pengaturan kuota sehingga negara-negara lain enggan untuk impor ikan dari Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis PP Nomor 11 Tahun 2023 yang secara umum mengatur antara lain area penangkapan ikan, jumlah ikan yang ditangkap, dan jumlah kapal yang dapat melakukan penangkapan.
Hal ini dilakukan agar kelestarian sumber daya ikan tetap terjaga dan dapat memberikan kesejahteraan nelayan, menyediakan perluasan dan kesempatan kerja, meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil perikanan, kepastian berusaha, kontribusi bagi dunia usaha, serta bagi negara.
"Kita sudah tata kelola, tidak bisa lagi menangkap sembarangan agar komoditas ikan kita menjadi juara," ujar dia.
Lebih lanjut, Sakti mengatakan bahwa potensi sumber daya kelautan secara global sangat besar sehingga perlu strategi untuk menjadi salah satu pemain utama. Ia menyebutkan pasarseafoodatau makanan laut global mencapai 730 miliar dollar AS per tahun. Adapun pada tahun 2022 lalu senilai 338 miliar dollar AS.
Untuk itu, KKP mendorong agar eksploitasi sumber daya tidak hanya di darat (land based), namun juga mulai menggarap sektor laut (ocean based) mengingat potensi ekonomi yang sangat besar.
Sebagai negara maritim, produksi perikanan Indonesia tercatat sebesar 2,3 juta ton dengan nilai produksi perikanan mencapai 45 triliun rupiah.
"Banyak sekali sumber daya alam yang kita eksploitasi masih di land based, sementara ocean based belum kita lakukan dengan baik. Kita akan tingkatkan budidaya untuk ekspor ke depan," kata dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menteri Trenggono Tak Tolerir Kontraktor Nakal Garap Proyek KNMP, Diminta Segera Perbaiki Kerusakan
-
Perjanjian Dagang RI-EU Jadi Model Baru, Jerman Beri Apresiasi
-
Dukung Penangkapan Ikan Terukur, KKP Siap Kembangkan PPS Bitung Jadi Eco Fishing Port
-
Kebutuhan MBG Diharapkan Disuplai dari Desa
-
Manfaatkan AI untuk Meningkatkan Produksi Individual
-
Timnas Futsal Indonesia Panaskan Mesin, Tantang Jepang Jelang Piala Asia Futsal 2026
-
Bantuan Logistik dan "Trauma Healing" untuk Korban Banjir di Bali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.