Pemprov Prioritaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Banten
Kamis, 11 Jan 2024, 00:51 WIBSerang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada tahun anggaran 2024 memprioritaskan empat program yaitu penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk, dan pengendalian inflasi.
"Ada empat program prioritas di anggaran tahun ini yaitu penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk, dan pengendalian inflasi," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti, di Serang, Banten, Rabu.
Dalam upaya menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten pihaknya juga akan melihat hasil rekomendasi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai wilayah dan faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan.
"Dari rekomendasi BPS kita lihat juga bagaimana, wilayah mana saja, sehingga program itu dapat tepat sasaran," katanya.
Sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan, Pemprov Banten telah menyiapkan tiga strategi, mulai dari strategi mengurangi beban pengeluaran, mengurangi kantong-kantong kemiskinan dan meningkatkan pendapatan.
Ketiga strategi tersebut nantinya akan dilakukan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten dengan berbagai program kegiatannya selama tahun anggaran 2024.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menuturkan Pemprov Banten bersama seluruh kabupaten dan kota di daerah itu terus menggiatkan pembangunan yang sudah diformulasikan di masing-masing APBD Tahun 2024.
Al Muktabar memastikan terus konsisten untuk mengimplementasikannya, karena itu bagian dari gerakan reformasi birokrasi tematik berdampak yang sudah diluncurkan beberapa tahun lalu.
"Saya pastikan formulasi APBD di provinsi serta kabupaten dan kota mendukung ke arah pembangunan tematik itu seperti penanganan stunting, gizi buruk, peningkatan investasi serta penanggulangan kemiskinan ekstrem," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Bongkar JPO Lama Rasuna Said, Beralih ke JPO Integrasi
-
Keselamatan Harus Jadi Prioritas, Kemenhub Perketat Pengawasan Layanan Bus AKAP
-
Bupati Lombok Timur Sebut Kehadiran Dokter Penentu Kemajuan SDM dan Kesehatan Masyarakat.
-
Cegah Salah Sasaran, Data Bansos Kini Terintegrasi Lintas Sektor
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih
-
Operasi Militer AS di Hormuz Dijeda, Trump Buka Peluang Negosiasi
-
Kemenkes Minta RSUP Ngoerah Ubah Pola Pikir Tenaga Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.